OJK tegaskan pentingnya jaga optimisme dorong bergeraknya ekonomi

OJK tegaskan pentingnya jaga optimisme dorong bergeraknya ekonomi

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso memberikan paparan gelaran Sarasehan Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional di Badung, Bali, Jumat. (ANTARA/Citro Atmoko)

Jadi isu sekarang itu harus ada optimisme, semuanya. Kalau semua takut, semua tinggal di rumah, tidak akan hidup ini. Tapi optimisme harus ada dengan protokol yang ketat....
Bali (ANTARA) - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  Wimboh Santoso menegaskan pentingnya tetap menjaga optimisme untuk mendorong bergeraknya ekonomi dari berbagai sektor yang terpuruk akibat pandemi COVID-19.

"Jadi isu sekarang itu harus ada optimisme, semuanya. Kalau semua takut, semua tinggal di rumah, tidak akan hidup ini. Tapi optimisme harus ada dengan protokol yang ketat. Tetap harus ada, supaya ada mobility dan memang harus terukur ya, jangan sampai menimbulkan transmisi virus dan sebagainya," ujar Wimboh dalam gelaran Sarasehan Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional di Badung, Bali, Jumat.

Menurut Wimboh, berbagai upaya pemulihan ekonomi harus terus dilakukan secara kontinyu, khususnya langkah-langkah untuk meningkatkan konsumsi di masyarakat yang saat ini masih relatif lesu.

"Kami dari awal tahun ini coba dorong. Kami mulai dari kredit motor, kredit mobil, kredit rumah, sekarang ini pariwisata, besok apalagi. Terus kami lakukan, tidak boleh jemu dan patah semangat karena once kita patah semangat, ini akan menjadi lama. Demand-nya akan lama, multipliernya akan lama," kata Wimboh.

Baca juga: OJK ingatkan investor lebih rasional berinvestasi di pasar saham

Ia mengharapkan dengan pertambahan permintaan motor, mobil, dan rumah di masyarakat, tenaga kerja yang terserap juga diharapkan lebih banyak dan juga berdampak ganda atau multiplier effect ke sektor lainnya.

"Jadi kalau itu tidak kita lakukan, meski suku bunga murah, meski penjaminan yang sudah didesain begitu banyak, meskipun ada pajak pembebasan PPN, ini tidak ada gunanya karena tidak menimbulkan multiplier effect," kata Wimboh.

Saat ini perekonomian domestik mulai menunjukkan sinyal pemulihan yang ditunjukkan dengan sejumlah indikator ekonomi.

Baca juga: Gubernur BI: Indonesia lebih optimis dibanding proyeksi IMF

Indeks Harga Perdagangan Besar pada Maret 2021 naik menjadi 105,5 dan tingkat hunian hotel April 2020-Januari 2021 meningkat 22,7 poin.

Indeks Keyakinan Konsumen pada Februari 2021 mencapai 85,8 persen dan Indeks PMI Manufaktur berada di zona ekspansi 53,2.

Terkait respon kebijakan OJK untuk sektor riil, untuk tambahan kredit modal kerja baru, kredit atau pembiayaan baru dapat diberikan kepada debitur yang telah memperoleh restrukturisasi.

Penilaian kualitas kredit baru dapat ditetapkan berbeda (Lancar) pada saat pemberian kredit awal dan selanjutnya dinilai sesuai ketentuan bank.

OJK juga memberikan relaksasi penilaian kualitas kredit di mana penilaian kualitas kredit dapat hanya didasarkan pada ketepatan pembayaran pokok.

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

OJK Sultra imbau masyarakat waspadai pinjol ilegal jelang Lebaran

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar