Pemprov Papua-TNI/Polri berkoordinasi terkait keamanan guru di Beoga

Pemprov Papua-TNI/Polri berkoordinasi terkait keamanan guru di Beoga

Sekda Provinsi Papua Dance Yulian Flassy. ANTARA/Hendrina Dian Kandipi/aa.

Kami merasa prihatin atas kejadian yang menyebabkan dua guru di Beoga meninggal
Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua telah berkoordinasi dengan TNI dan Polri terkait keamanan guru di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, pascapenembakan yang menewaskan dua orang tenaga pendidik.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Dance Yulian Flassy di Jayapura, Sabtu, mengatakan, pihaknya berharap kepala daerah melakukan konsolidasi dengan unsur Forkompimda setempat untuk mencari solusi atas permasalahan yang tengah terjadi.

"Kami merasa prihatin atas kejadian yang menyebabkan dua guru di Beoga meninggal," katanya.

Baca juga: Jenazah dua guru dievakuasi dari Beoga

Menurut Dance, pihaknya juga bersyukur pimpinan OPD terkait sudah melakukan langkah-langkah strategis guna mengantisipasi hal-hal lain ke depannya.

"Kami juga ingin mengingatkan bahwa negara selalu hadir bagi guru-guru tersebut sehingga diharapkan dapat sedikit menenangkan," ujarnya.

Dia menjelaskan, pihaknya berharap para tenaga pendidik ini dapat bertahan di tempat tugasnya karena pelayanan yang sudah diberikan dan dilakukan pasti mendatangkan hal baik.

Baca juga: Kapolda Papua: Guru korban penembakan KKB di Beoga bertambah

Sebelumnya, aksi kekerasan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, kembali berulang, setelah pada Jumat (9/4) petang seorang guru SMP Negeri 1 Beoga dilaporkan ditembak oleh kelompok bersenjata itu hingga meninggal dunia.

Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia mengatakan korban bernama Yonatan Randen merupakan guru SMP Negeri 1 Beoga yang beralamat di Kampung Julukoma. Penembakan terhadap guru oleh KKB di Beoga ini merupakan yang kedua kalinya dalam sepekan ini.

"Benar telah terjadi penembakan terhadap guru SMP Negeri 1 Julukoma hingga korban meninggal dunia oleh kelompok separatis bersenjata," kata Kompol Nyoman.

Baca juga: Polisi kantongi nama-nama KKB penembak guru hingga tewas di Beoga

Korban diketahui tertembak di rumahnya yang berada di ujung Bandara Beoga pada Jumat petang sekitar pukul 16.45 WIT.

Sehari sebelumnya, rekan korban yang juga berprofesi sebagai guru yaitu Oktovianus Rayo (42), juga tewas ditembak oleh KKB yang mendatangi kiosnya pada Kamis (8/4) pagi.

Kompol Nyoman menyebutkan bahwa jenazah Yonathan kini sudah berada di Puskesmas Beoga bersama jenazah Oktovianus.

Informasi lain menyebutkan bahwa KKB sempat menculik Kepala SMP Negeri 1 Julukoma, Junaedi Arung Salele, namun dapat dibebaskan dan yang bersangkutan mendapat pengamanan oleh anggota TNI di Koramil Beoga.

Baca juga: Bupati Puncak sesalkan KKB bakar SMP dan SMA di Julugoma, Beoga

Baca juga: Disdik Papua sesalkan penembakan guru di Beoga


 

Pewarta: Hendrina Dian Kandipi
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pemprov Papua anggarkan Rp15 M perawatan venue PON XX

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar