Anggota DPR minta pemerintah gerak cepat tangani bencana NTT

Anggota DPR minta pemerintah gerak cepat tangani bencana NTT

Anggota DPR, Herman Herry, menyalurkan bantuan untuk korban terdampak bencana siklon tropis Seroja di Nusa Tenggara Timur, Sabtu. ANTARA/HO/Humas DPR.

... keadaan di sana betul-betul memprihatinkan. Lebih dari 12.000 rumah diperkirakan porak-poranda diterjang badai dahsyat...
Jakarta (ANTARA) - Anggota DPR, Herman Herry, meminta pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan pemerintah pusat bekerja lebih cepat untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana siklon tropis seroja di Provinsi NTT.

Hal ini dia katakan selepas kembali dari kunjungan dua hari ke NTT untuk melihat kondisi warga sekaligus memberikan sejumlah bantuan. Herman merupakan anggota DPR mewakili Pulau Timor, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Sabu Raiju, dan Pulau Sumba, di NTT.

"Jadi, setelah menyerap aspirasi dan turun ke masyarakat selama dua hari di NTT, kita melihat keadaan di sana betul-betul memprihatinkan. Lebih dari 12.000 rumah diperkirakan porak-poranda diterjang badai dahsyat yang terjadi pada 4-5 April lalu," kata dia, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Korps Marinir TNI AL dirikan posko kesehatan di Lewoleba Lembata

Namun kata dia, hingga hari ini kami melihat sendiri perhatian pemerintah provinsi dan pemerintah pusat masih jauh dari harapan masyarakat yang terdampak bencana. Negara wajib hadir lewat upaya rehabilitasi dan relokasi bagi warga NTT.

"Saya sebagai anggota DPR asal NTT memiliki kewajiban konstitusional untuk memastikan pemerintah melakukan upaya tersebut," ucapnya.

Secara khusus, dia menyoroti minimnya bantuan dari pemerintah terhadap masyarakat di wilayah Kabupaten Sabu Raijua yang terdampak cukup parah. Sebanyak hampir 5.000 rumah rusak berat hingga menyebabkan ratusan warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Baca juga: BNPB berikan bantuan senilai Rp50 juta bagi yang rumahnya rusak berat

Ia menyebutkan ketiadaan bupati definitif di Kabypaten Sabu Raijua membuat penanganan warga terdampak bencana di wilayah ini harus dilakukan secara lintas kabupaten.

"Bicara Sabu Raijua, hingga hari ini belum ada bupati definitif. Karenanya pemerintah Provinsi NTT harus cepat dan tanggap melakukan langkah terobosan lintas kabupaten dan saya rasa gubernur NTT pasti sudah melakukan terobosan tersebut," katanya.

Ia menegaskan sebagai bentuk partisipasi pribadi, dia sudah berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk menyalurkan beras dan bahan makanan lain ke masyarakat karena tentunya itu yang paling mereka butuhkan saat ini.

Baca juga: Panglima TNI kirim bantuan untuk korban bencana di NTT

Tetapi, terkait apa yang dikatakan bahwa di Kabupaten Sabu Raijua masih belum ada sentuhan dari pemerintah pusat, kita menghimbau pemerintah pusat untuk sesegera mungkin mengambil langkah terobosan. Fokus perhatian harus juga diberikan untuk masyarakat Kabupaten Sabu Raijua.

Dalam kunjungannya, Herry yang juga merupakan ketua Komisi III DPR itu juga menyerahkan paket bantuan berupa sembako, selimut, masker, dan pakaian bayi yang diberikan kepada warga di sejumlah titik pengungsian dan untuk perbaikan rumah ibadah.

Baca juga: Wahana Visi Indonesia distribusikan bantuan ke NTT

Ia hadir ke Kupang dan Kabupaten Kupang bersama sesama anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan dari Dapil NTT II, Ansy Lema. Tak kurang dari 2,5 ton beras mereka salurkan dalam kunjungan di Kabupaten Kupang. Turut hadir pula dalam kegiatan itu Ketua DPRD NTT, Emelia Nomleni, Ketua DPRD Kupang, Yeskiel Loudoe, dan Ketua Komisi V DPRD NTT, Yunus Takandewa.

Secara khusus, Herry memompa semangat masyarakat NTT untuk tabah dan memetik hikmah dari peristiwa yang mereka alami saat ini.

Baca juga: TNI AU kirim bantuan bagi korban bencana di Flores NTT

"Saya berharap masyarakat NTT tabah kendati tengah tertimpa kesusahan seperti ini dan tetap berusaha bersyukur karena saya percaya bahwa Tuhan tidak pernah memberikan cobaan lebih dari kesanggupan kita," katanya.
 

Pewarta: Fauzi
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ramadhan di tengah pandemi ala Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar