Menko PMK pantau penanganan gempa bumi di Jawa Timur

Menko PMK pantau penanganan  gempa bumi di Jawa Timur

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, pada saat memberikan keterangan kepada media, di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (10/4/2021). ANTARA/Vicki Febrianto/pri.

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memantau penanganan dampak bencana gempa bumi yang terjadi di wilayah Kabupaten Malang, dan menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah di Jawa Timur pada Sabtu.

Muhadjir mengatakan bahwa ia telah memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melakukan monitoring dan pendataan dampak akibat gempa yang terjadi di Kabupaten Malang, dengan magnitudo 6,7 sekitar pukul 14.00 WIB.

“Saya sudah kontak Kepala BNPB, saya juga sudah menugaskan Deputi Kemenko PMK bidang Kebencanaan untuk mendata dan memantau perkembangan,” kata Muhadjir, saat memantau penerapan protokol kesehatan pada pertandingan perempat final Piala Menpora, di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu.

Muhadjir mengatakan, ia juga siap untuk melakukan pemantauan langsung wilayah terdampak bencana di sejumlah wilayah di Jawa Timur. Namun, pemantauan langsung tersebut akan dilakukan, usai melihat perkembangan pada Minggu (11/4).

Menurut Muhadjir, pemerintah pusat saat ini masih melihat perkembangan penanganan dampak gempa bumi yang dilakukan masing-masing pemerintah daerah. Jika nantinya diperlukan bantuan dari pemerintah pusat, pihaknya akan siap untuk membantu.

“Bencana di selatan Jawa Timur ini akan ditangani oleh masing-masing pemerintah daerah. Nanti akan saya koordinasikan,” kata Muhadjir.

Gempa bumi mengguncang wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, dengan magnitudo 6,7, pada Sabtu (10/7), pukul 14.00 WIB. Pusat gempat berada di 90 kilometer barat daya Kabupaten Malang, dengan kedalaman 25 kilometer.

Gempa terjadi pada koordinat 8.95 Lintang Selatan (LS), 112.48 Bujur Timur (BT), tersebut terjadi selama 37 detik. BMKG menyatakan bahwa gempa bumi yang juga dirasakan di beberapa wilayah lain di Jawa Timur tersebut, tidak berpotensi tsunami.

Baca juga: Satu orang dilaporkan meninggal akibat gempa di Kabupaten Malang

Di wilayah Kabupaten Malang, BPBD Kabupaten Malang tengah melakukan pendataan kerusakan akibat gempa tersebut. Tercatat, beberapa wilayah yang mengalami kerusakan, di antaranya adalah Kecamatan Wajak, Dampit, Bantur dan Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

Baca juga: Pertamina pastikan layanan BBM aman pascagempa Malang

PMI Kabupaten Malang menyatakan bahwa satu orang warga Dusun Sukodadi, Desa Wirotaman, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, dilaporkan meninggal dunia, sementara dua lainnya mengalami luka berat.

Baca juga: BNPB: Enam meninggal dunia dan satu luka berat akibat gempa Malang

Berdasarkan data PMI Kabupaten Malang, di Kabupaten Malang, ada 251 keluarga, atau 1.004 jiwa yang terdampak gempa bumi tersebut. Selain itu, ada 251 rumah rusak, yang terbagi dari rusak berat 34 unit, rusak sedang 175 unit, dan rusak ringan 42 unit.

Pewarta: Vicki Febrianto
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Potensi gempa susulan, warga Nias diimbau tingkatkan kewaspadaan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar