Ada tambahan, positif COVID-19 di Sulawesi Tenggara capai 10.322 kasus

Ada tambahan, positif COVID-19 di Sulawesi Tenggara capai 10.322 kasus

Dokumentasi - Seorang pemuda di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, diberi sanksi dalam bentuk "push up" akibat tidak menggunakan masker saat berada di luar rumah. (FOTO ANTARA/Harianto)

Dengan tidak adanya penambahan pasien sembuh, dan justru bertambahnya kasus positif baru harus menjadi atensi dari semua pihak untuk terus meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan COVID-19
Kendari (ANTARA) - Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat total warga di provinsi itu yang terinfeksi positif COVID-19 sudah sebanyak 10.322 setelah pada Minggu (11/4) bertambah dua orang.

"Hari ini terdapat dua penambahan kasus positif baru, sementara pasien sembuh tidak ada penambahan," kata Juru Bicara Satgas COVID-19 Sultra La Ode Rabiul Awal di Kendari, Minggu.

Ia menjelaskan tambahan pasien positif pada Minggu ini masing-masing satu orang dari Kota Kendari dan Kabupaten Buton.

Dikatakannya dengan tidak adanya penambahan pasien sembuh, dan justru bertambahnya kasus positif baru harus menjadi atensi dari semua pihak untuk terus meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

"Hari ini pasien sembuh tidak ada, tetap sebanyak 9.630 orang," katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa terkait kasus meninggal akibat COVID-19 di Sulawesi Tenggara tidak ada penambahan dan tetap tercatat 206 orang.

Sebaran kasus meninggal di Sultra di antaranya Kabupaten Buton menjadi 11, Muna 14, Konawe 20, Kolaka 15, Konawe Selatan 15, Bombana delapan orang.

Berikutnya Kabupaten Wakatobi dua orang, Kolaka Utara 12, Buton Utara tujuh, Konawe Utara satu, Kolaka Timur lima, Konawe Kepulauan satu, Muna Barat empat, Buton Tengah dua, Buton Selatan empat, Kota Kendari 59 dan Kota Baubau 26 orang.

"Saat ini pemerintah tengah menggalakan program vaksinasi, namun belum semua mendapatkan suntikan vaksin COVID-19, oleh karena itu protokol kesehatan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan penting untuk ditaati, sehingga kita bisa mekan penyebaran virus corona di wilayah kita," demikian La Ode Rabiul Awal.

Baca juga: Anjurkan malam hari, MUI Sultra: Vaksinasi COVID-19 tak batalkan puasa

Baca juga: Kemenag Sultra izinkan Tarawih berjamaah, maksimal ceramah 15 menit

Baca juga: 9 daerah di Sultra sudah vaksinasi COVID-19 bagi lansia

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menegakkan protokol kesehatan di tempat ibadah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar