PDIB: Makanan sehat bergizi jaga imun jalani puasa

PDIB: Makanan sehat bergizi jaga imun jalani puasa

Peserta memasak sayuran saat lomba memasak makanan bergizi di Desa Blang Payang, Lhokseumawe, Aceh. ANTARA FOTO/Rahmad/nz.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Perkumpulan Dokter Indonesia Bersatu (PDIB) James Allan Rarung mengatakan makan makanan sehat dan bergizi penting untuk menjaga daya tahan tubuh saat menjalani puasa di masa pandemi COVID-19.

"Aktivitas seharian kita, baik tugas dan pekerjaan, teruslah dilakukan seperti biasanya. Hal yang berbeda selama bulan suci Ramadhan adalah pengaturan waktu yang tepat disesuaikan dengan waktu berbuka puasa. Pada kondisi ini, selain makan makanan yang sehat dan bergizi, juga adalah minum air yang cukup saat berbuka puasa," kata James saat dihubungi ANTARA, Jakarta, Senin.

Menurut James, dengan selalu menjaga daya tahan tubuh atau sistem imun yang kuat, maka akan melindungi diri apabila terpapar dengan kuman yang dapat membuat sakit. Oleh karena itu, memiliki daya tahan tubuh yang kuat sangatlah penting sebagai upaya pencegahan dari penyakit, terutama di masa mewabahnya virus corona penyebab COVID-19 saat ini.

James menuturkan beberapa hal penting yang dapat dilakukan dalam menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh atau status imun, diantaranya adalah dengan memperbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan, terutama yang kaya akan kandungan vitamin dan mineral.

Selain itu, juga harus cukup tidur atau istirahat, umumnya orang dewasa membutuhkan waktu tidur sekitar 7-8 jam, dan remaja membutuhkan waktu tidur sekitar 9-10 jam. Dengan tidur atau istirahat yang cukup, maka fokus atau konsentrasi dalam melakukan aktivitas akan selalu terjaga.

Baca juga: Dokter sarankan olahraga yang tepat saat puasa semasa pandemi

Di samping itu dengan beribadah yang baik dan teratur di bulan Ramadhan, menurut dia, akan sangat menguatkan mental, menjernihkan pikiran dan menenangkan hati atau perasaan. Semua itu merupakan faktor pendorong yang kuat dalam menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Masyarakat juga diharapkan dapat mengelola stres dengan baik. Apabila stres menguasai diri terus-menerus, maka salah satu dampak utamanya adalah meningkatkan produksi hormon kortisol. Dalam jangka panjang, peningkatan hormon kortisol dapat mengakibatkan penurunan fungsi kekebalan tubuh.

James mengatakan juga perlu rajin dan rutin berolahraga. Olahraga yang teratur dan baik sesuai kondisi tubuh akan menjaga kebugaran tubuh yang mana ini adalah faktor utama meningkatkan daya tahan tubuh.

Upaya lain untuk menjaga daya tahan tubuh adalah menghindari mengkonsumsi alkohol dalam jumlah yang berlebihan dan merokok.

Masyarakat juga dapat mengkonsumsi multivitamin atau obat-obatan yang khusus dibuat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, yang tentunya sudah memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Baca juga: Jamu bisa jaga stamina saat Ramadhan

James mengatakan perlu menghindari ataupun mengurangi mengkonsumsi makanan-makanan  junk food  ataupun yang banyak mengandung lemak "jahat" dan atau disebut low-density lipoprotein (LDL).

Justru seharusnya lebih sering makan masakan yang dimasak sendiri di rumah, karena akan lebih menjamin pilihan akan bahan makanan yang sesuai selera, termasuk cara pembuatan yang higienis.

Yang penting juga saat ini adalah menerapkan pola hidup sehat sesuai panduan protokol kesehatan termasuk 3M (memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir).

 Baca juga: Aiman Cahyadi bagi tips jaga stamina saat puasa

Pewarta: Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menag anjurkan makanan bergizi untuk sahur selama masa pandemi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar