Genap delapan dekade, OCBC berkomitmen tingkatkan literasi keuangan

Genap delapan dekade, OCBC berkomitmen tingkatkan literasi keuangan

Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja (kiri) saat peluncuran gerakan #MelajuJauh dalam rangka peringatan 79 tahun Bank OCBC NISP di Jakarta, Selasa (27/10/2020). (Antara/HO-Bank OCBC NISP)

Jakarta (ANTARA) - PT Bank OCBC NISP berkomitmen untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia setelah delapan dekade hadir sebagai mitra perbankan.

“Kami sadar ke depan kami harus mengambil peran lebih besar, hal ini kami mulai dengan mengubah visi agar menggambarkan komitmen lebih dari sekedar dari mitra perbankan yang menyediakan solusi finansial. Namun juga menjadi mitra terpercaya untuk meningkatkan kualitas hidup, maka OCBC NISP pun memiliki komitmen meningkatkan literasi keuangan,” kata CEO PT Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja dalam konferensi pers daring di Jakarta, Senin.

Parwati mengatakan OCBC NISP ingin meningkatkan kesehatan keuangan mulai dari individu hingga pelaku usaha kecil dan besar. Dimulai dari mengubah pemahaman kebiasaan dan mindset menjadi gaya hidup finansial yang lebih sehat dan mewujudkan Indonesia yang lebih financially fit dan lebih siap menjadi salah satu negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

“Studi menunjukkan Indonesia bisa menjadi lima besar di dunia pada 2045 nanti. Membangun fondasi finansial yang efektif di masyarakat terutama generasi muda nya harus dimulai dari sekarang dan butuh dukungan semua pihak,” ujarnya.

Baca juga: LPEI-Bank OCBC teken program penjaminan akselerasi pemulihan ekonomi

Ia mengungkapkan tiga masalah dasar keuangan yang perlu diperbaiki, yakni pengetahuan, kebiasaan, dan pola pikir.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2019, indeks literasi hanya mencapai 38 persen dari total populasi di Indonesia.

“Penting sekali untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang keuangan, produk investasi dengan berbagai risiko nya agar masyarakat Indonesia bisa mengambil keputusan keuangan yang tepat,” jelas Parwati.

Masalah dasar kedua yang perlu diperbaiki, lanjut dia, adalah kebiasaan pengelolaan yang baik. OCBC NISP mencatat 50 masyarakat Indonesia mengatakan pengeluaran mereka lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan mereka dalam 12 bulan terakhir ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata rata negara lain yang hanya sekitar 34 persen.

Baca juga: Bank swasta ini siap salurkan permodalan untuk perempuan pelaku UMKM

“Contoh lain dalam berbisnis masih banyak pelaku usaha yang punya kebiasaan mencampur keuangan pribadi dan bisnis karena belum sadar akan pentingnya cashflow manajemen,” ungkap dia.

Sedangkan aspek ketiga adalah mindset atau pola pikir. OCBC NISP mendorong masyarakat untuk mengubah pola pikir dan mulai merencanakan keuangan agar tidak menjadi penghalang untuk menerima perubahan menjadi yang lebih baik.

Selain itu, OCBC NISP berkomitmen untuk pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) melalui berbagai solusi finansial yang relevan, seperti keringan yang dirancang khusus untuk pelaku UKM, kredit investasi hingga berbagai fasilitas dan layanan untuk meningkatkan efisiensi usaha.

Kemudian, bank yang dulunya merupakan bank lokal asal Bandung ini juga berkomitmen mendukung sustainability yang sejalan dengan komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi sebesar 29 persen di tahun 2030

“OCBC NISP pun ikut berperan melalui pembiayaan berwawasan lingkungan, solusi bisnis yang kami hadirkan tidak hanya untuk hari ini tapi juga solusi untuk masa depan untuk generasi penerus kita,” papar dia.

Adapun hingga Desember 2020, OCBC NISP menjadi bank dengan peringkat tujuh di Indonesia dari sisi aset, yakni Rp206,3 triliun. Selain juga dinobatkan sebagai The Best Bank of The Year Indonesia oleh The Banker London selama tiga tahun berturut-turut pada 2018-2020.

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar