15 kecamatan di Mukomuko-Bengkulu berstatus zona merah COVID-19

15 kecamatan di Mukomuko-Bengkulu berstatus zona merah COVID-19

Pemakaman pasien COVID-19 di Kecamatan Malin Deman, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. (FOTO ANTARA/HO-Satgas COVID-19 Mukomuko/2021)

Sebanyak 15 kecamatan di  Kabupaten Mukomuko ini berstatus zona merah setelah ada satu orang warga di Kecamatan Malin Deman yang terjangkit COVID-19 meninggal dunia
Mukomuko, Bengkulu (ANTARA) - Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menyatakan bahwa semua kecamatan atau 15 kecamatan di daerah itu saat ini telah berstatus zona merah penularan virus corona jenis baru penyebab COVID-19.

“Semua kecamatan di daerah ini sudah berstatus zona merah karena di semua wilayah ini sudah ada kasus positif COVID-19,” kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Mukomuko Bustam Bustomo dalam keterangan di Mukomuko, Senin.

Ia menjelaskan sebanyak 15 kecamatan di  Kabupaten Mukomuko ini berstatus zona merah setelah ada satu orang warga di Kecamatan Malin Deman yang terjangkit COVID-19 meninggal dunia.

Sebelumnya, Kecamatan Malin Deman hampir selama lebih dari setahun berstatus zona hijau, atau mampu bertahan dan belum ada warganya yang terpapar COVID-19.

Disebutkan bahwa warga Kecamatan Malin Deman sebelumnya tidak tertular COVID-19 karena wilayah ini berada jauh dari pusat kabupaten dan Jalan Lintas Sumatera yang menghubung Bengkulu dengan Sumbar.

Ia menyebutkan, satu orang pasien COVID-19 meninggal dunia dari Kecamatan Malin Deman tersebut ketika pasien masih berada di Kota Bengkulu, kemudian pasien dibawa ke Kabupaten Mukomuko.

“Pasien COVID-19 yang meninggal dunia itu berasal dari daerah ini yang berobat di rumah sakit di Kota Bengkulu, kemudian pasien ini meninggal dunia di rumah sakit,” katanya.

Kemudian pasien COVID-19 ini dibawa ke rumah duka di Kecamatan Malin Deman, dan ketika sampai ke wilayah ini, pasien langsung dikebumikan di tempat pemakaman umum di wilayah tersebut.

Ia memastikan pemakaman terhadap pasien COVID-19 ini dilaksanakan sesuai dengan aturan, yakni protokol kesehatan guna mencegah penularan dan penyebaran virus corona di daerah ini.

Selanjutnya, petugas Dinas Kesehatan bersama dengan petugas puskesmas setempat akan melakukan penelusuran riwayat kontak pasien COVID-19 yang meninggal dunia tersebut, demikian Bustam Bustomo.

Baca juga: Pasien positif COVID-19 Mukomuko bertambah 26 orang

Baca juga: Wabup Mukomuko mengaku kena gejala COVID-19

Baca juga: 148 desa di Mukomuko terima dana penanganan COVID-19

Baca juga: Dokter positif, Puskesmas Mukomuko-Bengkuli tetap layani masyarakat

Pewarta: Ferri Aryanto
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ridwan Kamil: Zona merah tidak boleh shalat Idul Fitri di masjid

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar