Jembatan Merah Surabaya diusulkan jadi kawasan wisata heritage

Jembatan Merah Surabaya diusulkan jadi kawasan wisata heritage

Pekerja mengecat Jembatan Merah, di Surabaya, Jawa Timur, Senin (15/3/2021). Pengecatan bangunan cagar budaya yang dibangun pada tahun 1809 tersebut agar tetap terawat. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/hp.

Surabaya (ANTARA) - Pimpinan DPRD Kota Surabaya mengusulkan kepada dinas kebudayaan dan pariwisata setempat agar Jembatan Merah menjadi kawasan wisata heritage yang bisa mendukung dunia pariwisata di Kota Pahlawan.

Wakil Ketua DPRD Surabaya A.H. Thony di Surabaya, Jatim, Selasa, mengatakan, konsep Jembatan Merah menjadi kawasan heritage bisa disatukan dengan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yaitu Pelayaran Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah 2021.

"Kawasan wisata heritage yang memang jika dikembangkan ini sangat luar biasa. Apalagi mau dihidupkannya kembali jalur rempah," katanya.

Baca juga: Festival jalur rempah jadi momentum Surabaya jadi kota wisata

Menurut dia, jika kawasan Jembatan Merah dikelola dengan baik maka akan menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Tentunya, lanjut dia, bisa menghasilkan pendapatan daerah.

"Ini juga akan menjadi energi pemulihan ekonomi yang luar biasa di Kota Surabaya," ujarnya.

Thony menilai perkembangan kebudayaan di Kota Surabaya masih relatif stagnan dengan diperlihatkan dari minimnya ruang-ruang galeri seni dan budaya serta panggung pentas seni.

Selain itu, ia mempertanyakan dalam Laporan Keterangan Pertangunggajawaban (LKPJ) Wali Kota Surabaya Tahun Anggaran 2020 di sektor seni dan budaya disebutkan bahwa Indeks Budaya Lokal Kota Surabaya meningkat 88.65 persen dibanding tahun 2016 yang hanya mencapai 69,37 persen.

"Kami melihatnya dari mana indikator peningkatannya tersebut," kata A.H Thony.

Ia kembali menambahkan, banyak lokasi dan tempat yang bisa dibangun menjadi wisata sejarah, heritage, wisata museum. Ia mencontohkan bekas Rumah Sakit Mardi Santoso di Bubutan yang sebelumnya di pakai restoran Hallo Surabaya.

Selain itu, kata dia, Penjara Kali Sosok itu bisa diambil alih pengelolaannya oleh Pemkot Surabaya, dan disulap menjadi museum atau wisata heritage.

"Gedung eks RS Mardi Santoso atau Penjara Kalisosok memang milik negara, tapi dalam UU cagar budaya, pemerintah daerah boleh mengambil alih pengelolaannya," katanya.

Baca juga: Siapkan Ekspedisi Jalur Rempah KRI Dewaruci, Dirjen kunjungi Banda

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebelumnya mengatakan pihaknya siap mendukung penuh acara Pelayaran Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah 2021 yang digelar Kemendikbud di Surabaya pada 28 Oktober 2021.

Eri mengatakan jauh hari punya keinginan Kota Surabaya nantinya menjadi kota wisata dengan menonjolkan pertama kalinya wisata air yang dimulai dari Jembatan Merah. Alasan dimulai dari Jembatan Merah karena di situ ada sejarahnya dan ada pula bangunan kota lamanya, seperti bangunan Bank Mandiri, Bank Indonesia dan beberapa kantor BUMN lainnya.

Untuk itu, kata dia, semua gedung-gedung itu merupakan satu kesatuan dari kota lama, sehingga Surabaya ke depannya bukan hanya kota jasa, tapi juga kota yang mempunyai sejarah yang hebat dan punya kota lama yang diakui.

"Saat ini kami sudah gerakkan semua tim. Jadi pada 28 Oktober 2021 merupakan gongnya kegiatan wisata di Surabaya. Sehingga harapan saya meskipun sudah selesai acara, tapi kegiatan wisata di kota lama itu akan terus jalan ke depannya," katanya.

Baca juga: Ekspedisi jalur rempah Nusantara singgahi Pulau Bintan pada September
Baca juga: Ditjen Kebudayaan jadikan Jalur Rempah sebagai program prioritas
Baca juga: Sumbar dukung jalur rempah jadi warisan dunia UNESCO

Pewarta: Abdul Hakim
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Mawar merah putih untuk pahlawan di masa pandemi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar