Tradisi pembagian bubur pedas di Masjid Raya Medan ditiadakan

Tradisi pembagian bubur pedas di Masjid Raya Medan ditiadakan

Masyarakat memadati Masjid Raya Al Mashun Medan, Sumatera Utara pada Senin (12/4/2021) malam untuk melaksanakan shalat tarawih pertama 1 Ramadhan 1442 Hijriah. ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus.

Selama pendemi ini, sejak tahun yang lalu juga sudah kita tiadakan
Medan (ANTARA) - Tradisi pembagian bubur pedas sebagai menu buka puasa di Masjid Raya Al Mashun Medan, Sumatera Utara ditiadakan pada tahun ini sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19.
 
Sekretaris Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Raya Al Mashun Zaini Hafiz, Selasa mengatakan tradisi tersebut sudah ditiadakan sejak awal pandemi COVID-19 pada tahun 2020.
 
"Selama pendemi ini, sejak tahun yang lalu juga sudah kita tiadakan. Karena imbauan dari pemerintah untuk tidak ada berkerumunan," katanya.
 
Tradisi membagikan makanan khas bangsawan Melayu ini sudah berlangsung sejak masa kejayaan Kesultanan Melayu Deli.
 
Biasanya sekitar 1.000 porsi dibagikan untuk warga setiap selepas Ashar, menjelang berbuka puasa selama bulan Ramadan.
 
Ia mengatakan sejak pandemi COVID-19 mengubah kebiasaan tersebut.
 
"Nanti dari kabupaten/kota berbuka puasa di sini tak terbendung, sampai nanti 1.500 orang. Mudah-mudahan tahun yang akan datang, kita mohon kepada Allah agar COVID-19 hilang," katanya.
 

Pewarta: Nur Aprilliana Br. Sitorus
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar