Penggabungan Kemenristek perkuat penelitian perguruan tinggi

Penggabungan Kemenristek perkuat penelitian perguruan tinggi

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Prof Nizam saat kunjungan ke Pusat UTBK UI di Jakarta, Rabu (14/4/2021). ANTARA/Indriani/am.

membuat penelitian menjadi lebih simpel
Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Prof Nizam mengatakan penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dengan Kemendikbud akan memperkuat penelitian di perguruan tinggi.

"Dari kacamata perguruan tinggi, penggabungan ini membuat penelitian menjadi lebih simpel, lebih ringkas karena selama ini ada dua kementerian yang mengurus pendidikan tinggi, " ujar Nizam saat ditemui di Jakarta, Rabu.

Berdasarkan UU 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi, fungsi dari pendidikan tinggi selain pendidikan juga pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sehingga dalam Tridharma Perguruan Tinggi, disebutkan bahwa pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat itu dalam satu kesatuan.

"Nah, kalau selama ini di bawah dua kementerian. Tentu bagi perguruan tinggi ini merepotkan, karena menghadapi dua inspektorat jenderal," jelas dia.

Baca juga: Legislator: Penggabungan Kemenristek pengaruhi pembangunan riset
Baca juga: Menristek resmikan Science Techno Unhas di hari terakhir jabatannya


Nizam menjelaskan bahwa dari kacamata perguruan tinggi lebih baik satu kesatuan seperti halnya Kemenristekdikti dulu, yang mana satu organisasi, satu kendali dan satu program. Hal itu akan mengoptimalkan penelitian.

"Dengan demikian penggabungan ini justru akan memperkuat penelitian di perguruan tinggi, " tambah Nizam.

Nizam mengaku yakin proses transisi tidak akan mempengaruhi penelitian yang sudah berjalan. Jika pun ada pengalihan lebih pada sisi koordinasi dan monitoring. 

Baca juga: Pemerhati sebut penggabungan Kemenristek langkah tepat
Baca juga: Unair: Vaksin Merah Putih tak terpengaruh penggabungan kementerian

Pewarta: Indriani
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar