Argentina tutup sekolah, berlakukan jam malam di Buenos Aires

Argentina tutup sekolah, berlakukan jam malam di Buenos Aires

Petugas menyemprotkan disinfektan di pintu masuk kereta bawah tanah saat warga mengantre untuk memasuki pusat transfer Constitucion di Buenos Aires, Argentina, Kamis (19/3/2020), sebagai langkah untuk menanggulangi penyebaran COVID-19 . (ANTARA/REUTERS/Matias Baglietto/am)

Buenos Aires (ANTARA) - Pemerintah Argentina akan memperketat pembatasan pandemi di dan sekitar Ibu Kota Buenos Aires untuk mengendalikan lonjakan tajam kasus COVID-19, termasuk menutup sekolah dan memberlakukan jam malam dari pukul 08.00 malam untuk membatasi aktivitas sosial.

Mengingat keadaannya pada hari sebelumnya setelah dia terinfeksi virus corona, Presiden Alberto Fernandez (62 tahun) mengatakan bahwa Argentina perlu "mengulur waktu" dalam perang melawan COVID-19 setelah kasus harian mencapai rekor pada pekan ini.

"Virus corona ini menyerang kita dan masih belum menyerah," kata pemimpin asal sayap kiri-tengah itu dalam pidato yang disiarkan televisi.

Tindakan pembatasan yang diberlakukan pemerintah Argentina itu akan membuat sekolah-sekolah ditutup di Buenos Aires dan sekitarnya mulai Senin (19/4). Selain itu, kegiatan olahraga dalam ruangan, rekreasi, serta kegiatan keagamaan dan kebudayaan ditangguhkan hingga 30 April.

Argentina mendaftarkan 25.157 kasus baru COVID-19 pada Rabu (14/4) setelah mencapai rekor 27.001 kasus pada Selasa (13/4). Negara itu telah memiliki total 2,6 juta orang terinfeksi virus corona, dengan 58.542 kematian akibat COVID-19.

Pemerintahan Fernandez, yang beraliran Peronis, sangat ingin menghindari langkah penguncian menyeluruh untuk terus menjalankan pemulihan ekonomi yang rapuh dan dengan tingkat kemiskinan yang meningkat. Namun, negara itu terpaksa memperketat aturan pembatasan akibat kenaikan tajam kasus COVID baru-baru ini.

Peronis adalah para pendukung prinsip dan kebijakan mantan presiden Argentina JuanPerón.

Pada pekan ini, gubernur Provinsi Buenos Aires mengatakan Argentina menghadapi "tsunami" kasus COVID. Namun, wali Kota Buenos Aires menentang penutupan sekolah.

Di beberapa lingkungan Buenos Aires, seperti ditayangkan televisi lokal, warga membunyikan klakson mobil dan memukul-mukul panci untuk mengekspresikan ketidaksetujuan mereka dengan tindakan penguncian tersebut. 

Sumber: Reuters

Baca juga: Presiden Argentina Fernandez dinyatakan aman usai terinfeksi COVID

Baca juga: Menkes Argentina terinfeksi COVID sepekan setelah kerja

Baca juga: Argentina akan batasi penerbangan dari Brazil, Chile, Meksiko
​​​​​​​

 

Vaksin COVID-19 nonaktif buatan China masuki uji coba tahap 3 di Argentina

Penerjemah: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar