Indef: Pembentukan ekosistem kunci pembangunan Bukit Algoritma

Indef: Pembentukan ekosistem kunci pembangunan Bukit Algoritma

Direktur Utama PT AMKA (Persero) Nikolas Agung (kiri) bersama Ketua Pelaksana Kiniku Bintang Raya KSO Budiman Sudjatmiko (kanan) menunjukkan naskah penandatanganan kontrak pekerjaan pengembangan Bukit Algoritma di kawasan ekonomi khusus (KEK) dan pengembangan teknologi dan industri 4.0 di Kabupaten Sukabumi di Jakarta, Rabu (7/4/2021). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.

Jangan sampai ini hanya proyek properti, ada 'buildings' dan 'equipment' yang pada akhirnya pemerintah ikut 'support' instrumen pendukungnya seperti jalan dan lainnya
Jakarta (ANTARA) - Insitute of Development of Economics and Finance (Indef) menilai pembentukan ekosistem menjadi kunci suksesnya pembangunan Silicon Valley ala Indonesia atau yang diberi nama Bukit Algoritma.

"Pekerjaan rumah untuk bisa membentuk Silicon Valley yang hebat itu adalah pembentukan ekosistem, yang pertama serius membangun triple helix collaboration," ujar peneliti Center of Innovation and Digital Economy Indef Hanif Muhammad saat diskusi online di Jakarta, Kamis.

Hanif menjelaskan triple helix collaboration yang terdiri atas industri, universitas, dan pemerintah harus bersifat positif overlap, dengan ketiga sektor berkolaborasi dengan baik.

"Biasanya dimulai dua helix, misalnya industri bekerja sama dengan pemerintah dan universitas support atau universitas dengan industri dan pemerintah memberikan insentif,"  katanya.

Ia menekankan kolaborasi antarsektor tersebut harus optimal agar kegagalan dalam program 100 Science&Techno Park 2015-2019 yang inisiator utamanya pemerintah tidak terulang kembali.

Kemudian, komponen pembentuk ekosistem yang harus diperhatikan, lanjut dia, adalah anggaran research and development (R&D). Berdasarkan data dari UNESCO, proporsi dana R&D Indonesia terhadap PDB secara total hanya 0,24 persen yang menyebabkan inovasi Indonesia berada pada urutan empat terbawah di antara negara-negara ASEAN.

Sedangkan komponen ketiga adalah talent dengan memperhatikan universitas dan tingkat pendidikan di lokasi Silicon Valley.

"Jangan sampai ini hanya proyek properti, ada buildings dan equipment yang pada akhirnya pemerintah ikut support instrumen pendukungnya seperti jalan dan lainnya," tutur Hanif.

Pembangunan Bukit Algoritma merupakan inisiasi aktivis 1998 Budiman Sudjatmiko yang ingin menjadikan area seluas 888 hektare di Sukabumi, Jawa Barat, menjadi kawasan inovasi dan teknologi revolusi industri 4.0 seperti Silicon Valley yang ada di Amerika Serikat.

Perusahaan BUMN yang bergerak di bidang konstruksi PT Amarta Karya (AMKA) dipercaya sebagai mitra infrastruktur pada tahap pertama selama tiga tahun ke depan dengan nilai total diperkirakan mencapai Rp18 triliun.

Baca juga: Konsultan: Bukit Algoritma perlu ajak masuk perusahaan teknologi besar
Baca juga: INDEF paparkan 3 tantangan bangun "Silicon Valley" di Indonesia
Baca juga: Amarta Karya akan bangun "Silicon Valley" Bukit Algoritma di Sukabumi


Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar