Kemenkop UKM: Transaksi belanja online tumbuh 26 persen selama pandemi

Kemenkop UKM: Transaksi belanja online tumbuh 26 persen selama pandemi

Warga menggunakan perangkat elektronik untuk berbelanja daring di salah satu situs belanja daring di Bogor, Jawa Barat, Rabu (24/2/2021). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/wsj.

Kemenkop UKM telah menggulirkan sejumlah program untuk memperluas jangkauan pemasaran usaha mikro melalui e-commerce
Jakarta (ANTARA) - Asisten Deputi Kementerian Koperasi dan UKM Sutarmo menyebut pertumbuhan e-commerce di Indonesia terus tumbuh secara signifikan dan bahkan tumbuh 26 persen selama pandemi COVID-19.

"Terlebih sejak pandemi COVID-19, transaksi naik 26 persen atau setara dengan 3,1 juta. Banyak konsumen yang tidak pernah belanja online kini harus mengandalkan platform belanja digital untuk memenuhi kebutuhan mereka," katanya dalam jumpa pers virtual Hari Belanja Brand Lokal 2021 di saluran Youtube Hypefast, Kamis.

Dengan tingginya transaksi online tersebut, Sutarno pun mendorong para pelaku usaha untuk bisa beradaptasi dengan perubahan perilaku masyarakat tersebut.

Kemenkop UKM telah menggulirkan sejumlah program untuk memperluas jangkauan pemasaran usaha mikro melalui e-commerce.

Program tersebut akan membantu pelaku usaha mikro untuk bergabung menjadi mitra e-commerce yg telah bekerja sama dengan Kemenkop UKM.

"Kami juga memiliki program fasilitasi bagi pelaku usaha mikro untuk bisa berpartisipasi dalam situs pengadaan barang dan jasa pemerintah atau LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah)," katanya.

Sutarno juga menyambut baik inisiasi Hypefast yang kembali menggelar kampanye Hari Belanja Brand Lokal (HBBL) 2021 menyusul kesuksesan pada gelaran serupa pada 2020.

Ia mengatakan HBBL juga sejalan dengan kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang tengah digalakkan pemerintah.

"Kami melihat HBBL tidak hanya sekadar kegiatan promosi produk dalam negeri. Lebih dari itu, HBBL merupakan momentum untuk membangun semangat pelaku usaha brand lokal untuk saling mendukung dan untuk UMKM bangkit," katanya.

HBBL diinisiasi Hypefast, sebuah grup ritel direct-to-consumer (D2C) yang fokus membantu brand berkembang melalui bantuan pendanaan serta pendampingan.

Pada HBBL 2020, sebanyak 1.000 brand lokal berkumpul, saling berkolaborasi dan meraih pendapatan total hingga Rp130 miliar serta mempertahankan 4.000 lapangan kerja selama COVID-19.

"Tahun ini, kami ingin bantu brand lokal meningkatkan penjualan mereka. Kami targetkan 2.000 brand lokal di HBBL 2021. Kami ingin mengulang kesuksesan dan jadi lebih kuat memberi kesempatan bagi semua brand lokal kita, baik merk kecil maupun yang sudah mapan," kata Director of Hypefast Tinton Ardian.

Baca juga: Aktivitas belanja daring saat Ramadhan 2021 diprediksi meningkat
Baca juga: Pemerintah siapkan Rp500 miliar subsidi ongkir belanja daring Lebaran
Baca juga: Pengaduan konsumen paling banyak terkait "e-commerce"

Pewarta: Ade Irma Junida
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Begini penjelasan Kemenkop UKM terkait kerumunan pencairan BLT UMKM

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar