Menperin: Hannover Messe buka peluang kerja sama infrastruktur digital

Menperin: Hannover Messe buka peluang kerja sama infrastruktur digital

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) didampingi Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto (kiri depan) dan Dirjen Industri Agro Kemenperin Abdul Rochim (kiri belakang) saat membuka pra-konferensi Indonesia Partner Country Hannover Messe 2021. ANTARA/Biro Humas Kementerian Perindustrian/pri.

Infrastruktur digital akan memacu daya saing sehingga akan lebih kompetitif di pasar global
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan perhelatan pameran teknologi industri terbesar di dunia Hannover Messe 2021 membuka peluang kerja sama pembangunan infrastruktur digital Indonesia.

"Kami melihat pentingnya event Hannover Messe ini tidak hanya sebagai ajang branding nasional, tetapi juga untuk mengakselerasi peningkatan kapabilitas sektor manufaktur dan pembangunan infrastruktur digital di Indonesia," katanya lewat keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis.

Menurut Menperin, perhelatan Hannover Messe 2021: Digital Edition membuka peluang besar dalam menjalin kerja sama antara perusahaan nasional dan global, terutama terkait dengan pengembangan teknologi digital.

"Karena kita ketahui, dengan pemanfaatan teknologi digital, produktivitas bisa menjadi lebih efisien dan produknya semakin berkualitas," tegasnya.

Baca juga: Kemenperin jembatani startup dan investor di Hannover Messe 2021

Seperti halnya fisik, infrastruktur digital juga merupakan unsur yang penting bagi pengembangan sektor industri manufaktur.

"Infrastruktur digital akan memacu daya saing sehingga akan lebih kompetitif di pasar global. Selain itu, juga perlu didukung oleh teknologi fundamental industri 4.0, antara lain artificial intelligence, internet of things, wearables (augmented reality dan virtual reality), advanced robotics, serta 3D printing," papar Agus.

Guna mencapai sasaran tersebut, Kemenperin mendorong industri elektronik untuk mendukung upaya pembangunan infrastruktur digital di Tanah Air. Sebab, pembangunan infrastruktur digital menjadi bagian vital dalam menarik minat investor untuk membangun pabriknya, khususnya di kawasan industri.

"Oleh karenanya, perusahaan pengelola kawasan industri perlu menyediakan sarana prasarana dan fasilitas yang mendukung untuk penerapan teknologi digital ini. Tentunya yang sesuai kebutuhan para investor, salah satunya adalah ketersediaan jaringan koneksi dan fasilitas digital yang mendukung," tutur Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Taufiek Bawazier.

Salah satu industri elektronik di Indonesia, PT Schneider Electric Manufacturing Batam (SEMB) berhasil masuk dalam jajaran Global Lighthouse Network menurut World Economic Forum (WEF) pada 2019.

"SEMB telah menjadi role model bagi perusahaan manufaktur lainnya untuk dapat menerapkan industri 4.0. Apalagi, industri elektronik merupakan salah satu sektor prioritas berdasarkan roadmap Making Indonesia 4.0," ujar Taufiek.

Ada pula PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PT PMI), produsen elektronik yang juga sedang melakukan transformasi menuju Smart Factory pada 2030.

Sejak 2019, perusahaan sudah mulai menjalankan transfomasinya sebagai bagian dari global operation Panasonic Corporation.

Langkah akselerasi PT PMI dilakukan melalui lima inisiatif kunci, yakni optimalisasi operasional secara global, peningkatan kegiatan concurrent engineering, pemanfaatan digital triplet, implementasi cyber physical system, dan konektivitas dengan pengguna.

Untuk mendukung sektor industri menuju arah transformasi digital, Kemenperin telah memiliki program strategis, di antaranya melalui program INDI 4.0 untuk mengukur kesiapan dan pendampingan kepada perusahaan industri manufaktur dalam mengimplementasikan industri 4.0.

Kemudian, membangun ekosistem inovasi industri 4.0 sebagai wadah bagi pemerintah, pelaku industri, akademisi serta riset dan pengembangan (R&D), penyedia teknologi, konsultan, dan juga pelaku keuangan, yang disebut sebagai Ekosistem Industri 4.0 (SINDI 4.0).

"Kami juga punya Program Pelatihan Manager Transformasi Industri 4.0 untuk menyiapkan personil menjadi pemimpin dalam penerapan industri 4.0 di perusahaan," ujar Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kemenperin Ali Murtopo Simbolon.

Program-program tersebut diyakini dapat mengakselerasi Indonesia dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur digital.

"Dengan penguatan transformasi digital, kami optimistis pada tahun 2021 ini sektor industri akan bangkit sehingga mendorong pemulihan ekonomi nasional," ujar Ali.

Baca juga: Kemenperin paparkan upaya wujudkan transformasi Industri 4.0
Baca juga: Diresmikan Presiden RI dan Kanselir Jerman, Hannover Messe dimulai


Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Presiden Jokowi ajak Jerman transformasikan digital di Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar