Dompet Kilat hadirkan tiga layanan baru dukung finansial UMKM

Dompet Kilat hadirkan tiga layanan baru dukung finansial UMKM

Ilustrasi fintech. (Shutterstock)

Pandemi ini sangat berdampak pada kita semua, itulah sebabnya Dompet Kilat bertekad untuk memberikan kesempatan berjuang bagi pelaku UMKM dan masyarakat Indonesia pada umumnya....
Jakarta (ANTARA) - Perusahaan peer-to-peer (P2P) lending berlisensi dan salah satu pelopor di industri fintech Indonesia, Dompet Kilat memperkenalkan tiga layanan baru yang dapat mendorong pertumbuhan UMKM dan perekonomian masyarakat Indonesia yang terpukul akibat dampak pandemi COVID-19.

CEO Dompet Kilat, Sunu Widyatmoko dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis, mengatakan Dompet Kilat hadir sebagai solusi dalam memenuhi tujuan finansial bagi para peminjam maupun pendana (investor) dengan menghadirkan tiga layanan terbaru yakni Agri Kilat, Modal Kilat, dan Gaji Kilat.

"Pandemi ini sangat berdampak pada kita semua, itulah sebabnya Dompet Kilat bertekad untuk memberikan kesempatan berjuang bagi pelaku UMKM dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Kami juga melihat peluang bagi masyarakat Indonesia untuk mengembangkan bisnis di sektor produktif seperti pertanian, peternakan, usaha mikro dan lain sebagainya yang secara tidak langsung mempengaruhi tiga layanan terbaru,” ujar Sunu.

Baca juga: OJK: Prinsip investasi dan "fintech" adalah legal dan logis

Sunu mengatakan perpindahan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ke platform digital sangat dipengaruhi oleh berbagai kemudahan dan bantuan akses dari pemerintah guna membangun rekam jejak online yang positif sehingga mampu mengakses permodalan yang lebih mudah.

"Semakin banyaknya para pelaku UMKM yang go digital membuat kami kian optimis dengan pertumbuhan fintech P2P lending di tahun 2021," katanya.

Apalagi di tengah pandemi, lanjut dia, Indonesia masih mampu mencatatkan pertumbuhan nilai pendanaan sebesar Rp 73 triliun atau 25 persen dan peningkatan permintaan pinjaman yang stabil sampai dengan akhir tahun lalu.

"Ini menjadi tanda positif karena pertumbuhan UMKM seringkali menjadi pendorong perekonomian suatu negara, ”ungkap Sunu.

Baca juga: Asosiasi fintech ingin UU Perlindungan Data Pribadi segera disahkan

Begitu juga dengan sektor pertanian yang merupakan penyumbang terbesar kedua bagi perekonomian Indonesia, mencatat pertumbuhan 1,75 persen pada tahun 2020. Layanan Agri Kilat menawarkan model pinjaman didasarkan pada pendekatan ekosistem tertutup untuk pembiayaan modal kerja pada sektor agribisnis seperti pertanian padi, jagung, budidaya udang, dan peternakan ayam.

Fitur utama Agri Kilat adalah membantu arus kas agar sesuai dengan persyaratan pembiayaan dalam siklus kas bisnis. Pendekatan ini tidak hanya memenuhi permintaan saat ini tetapi juga mampu mengurangi risiko pinjaman dengan signifikan.

Kemudian Modal Kilat merupakan pinjaman modal kerja jangka pendek yang memberikan fasilitas pembiayaan kepada startup yang membutuhkan pendanaan dengan tujuan memacu pertumbuhan bisnis baru dan upaya ekspansi.

Layanan Gaji Kilat menawarkan penyediaan dana yang diperlukan perusahaan dalam membantu karyawan. Untuk pembayaran, setiap bulan gaji karyawan di rekening bank akan otomatis terpotong dengan beban bunga yang wajar.

Melalui tiga layanan terbaru tersebut, Dompet Kilat berupaya memberikan peluang bagi pemilik bisnis baru agar dapat mempertahankan bisnis bahkan berkembang di tengah pandemi. Bagi masyarakat yang berminat dapat segera mengajukan penawaran layanan Dompet Kilat melalui aplikasi seluler dengan tampilan baru yang tersedia di Google Play Store.

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Hadapi pandemi, fintech bangun pemulihan ekonomi nasional

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar