Presiden Macron tinjau proses restorasi Katedral Notre-Dame

Presiden Macron tinjau proses restorasi Katedral Notre-Dame

Dokumentasi: Presiden Prancis Emmanuel Macron dan istrinya Brigitte berjalan di luar Katedral Notre Dame di mana api terus berkobar di Paris, Prancis , 16 April 2019. REUTERS/Philippe Wojazer/Pool (REUTERS/PHILIPPE WOJAZER)

kami akan membutuhkan semua sumbangan ini untuk menyelesaikan pekerjaan yang diperlukan
Paris (ANTARA) - Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Kamis mengamati pekerjaan untuk penyelamatan dan pemulihan Katedral Notre-Dame di Paris, yang dua tahun lalu terbakar.

Beberapa jam setelah kebakaran, Macron berjanji kepada rakyat Prancis bahwa katedral yang berasal dari abad ke-12 itu akan dibangun kembali dan kemudian dibuka untuk umat pada 2024.

Lebih dari 700 hari setelah para pekerja bergegas untuk menopang bangunan Notre-Dame yang runtuh, menstabilkan menara lonceng, dan memasang ratusan sensor gerakan, upaya untuk membuat situs tersebut aman sebelum restorasi hampir selesai.

Baca juga: EU janjikan bantuan pembangunan kembali Notre Dame
Baca juga: Kebakaran dua ikon religi, sadari kerentanan bangunan bersejarah dunia


"Kami semua terkesan dengan apa yang kami lihat, dengan pekerjaan yang telah dicapai dalam dua tahun. Bravo dan terima kasih," kata Macron kepada sekelompok pekerja.

Jenderal Jean-Louis Georgelin, mantan kepala staf militer yang ditunjuk oleh Macron untuk memimpin renovasi, mengatakan kepada radio France Inter bahwa pekerjaan restorasi akan dimulai sebelum akhir 2021.

Fase pertama proyek itu dipersulit oleh kebutuhan untuk menghilangkan 200 ton logam bengkok setelah api menghabiskan 40.000 keping perancah yang telah dipasang di sekitar puncak menara pada saat terjadi kebakaran.

Pekerjaan juga dihentikan selama musim panas pertama setelah kebakaran karena kekhawatiran akan kontaminasi timbal, dan sejak itu diperlambat juga oleh pandemi virus corona.

Pendanaan untuk restorasi belum menjadi perhatian, kata Georgelin. Sekitar 834 juta euro (sekira Rp14,59 triliun) sumbangan membanjir dari taipan miliarder dan umat Katolik setelah kebakaran.

"Saat proses berjalan, kami akan membutuhkan semua sumbangan ini untuk menyelesaikan pekerjaan yang diperlukan. Kami membutuhkan orang-orang untuk terus memberi uang karena ini adalah pekerjaan tanpa akhir," kata Georgelin.

Katedral, yang ditampilkan dalam novel klasik Victor Hugo "Si Bongkok dari Notre-Dame", adalah situs Warisan Dunia UNESCO di mana 13 juta pengunjung biasa berdatangan setiap tahun.

Sumber: Reuters

Baca juga: Katedral Notre-Dame selenggarakan misa Jumat Agung berskala kecil
Baca juga: Ayam jantan tembaga dari menara Notre-Dame akan dipamerkan ke publik

Penerjemah: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar