Pariwisata lesu, uang beredar di Bali anjlok 55 persen pada triwulan I

Pariwisata lesu, uang beredar di Bali anjlok 55 persen pada triwulan I

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho (Antaranews Bali/HO-BI/2021)

Jika melihat data kunjungan wisatawan ke Bali sebelum pandemi yang mencapai 16 juta jiwa per tahun, atau rata-rata sebanyak 1,3 juta jiwa per bulan, sekarang kunjungan wisatawan nusantara sangat terbatas
Denpasar (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali mencatat uang yang beredar atau penggunaan uang kartal oleh masyarakat di Pulau Dewata pada triwulan I-2021 mengalami penurunan hingga 55 persen dibandingkan dengan triwulan yang sama pada 2020.

"Pada triwulan I tahun ini, permintaan uang atau outflow tercatat sebesar Rp1,75 triliun, sedangkan pada triwulan I-2020 sekitar Rp4 triliun," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho di Denpasar, Kamis.

Menurut Trisno, pandemi COVID-19 yang masih melanda wilayah Indonesia saat ini turut mempengaruhi kebutuhan uang yang beredar di masyarakat khususnya di wilayah Provinsi Bali.

Dia menambahkan dari sisi inflow atau jumlah uang yang disetorkan masyarakat Bali ke Bank Indonesia yang tercatat sebesar Rp4 triliun pada triwulan I-2021 juga mengalami penurunan sebesar Rp31 persen dibandingkan triwulan yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp5,7 triliun.

Baca juga: BI Bali siapkan uang tunai Rp4,6 triliun pada Galungan hingga Lebaran

"Dengan demikian selama triwulan I-2021 uang yang disetorkan atau inflow lebih besar daripada uang yang didistribusikan atau terjadi net inflow sebesar Rp2,25 triliun," ucapnya.

Trisno mengatakan permintaan uang menurun karena geliat perekonomian di Bali masih terbatas akibat tidak ada kunjungan wisatawan mancanegara dan menurunnya kunjungan wisatawan domestik.

"Jika melihat data kunjungan wisatawan ke Bali sebelum pandemi yang mencapai 16 juta jiwa per tahun, atau rata-rata sebanyak 1,3 juta jiwa per bulan, sekarang kunjungan wisatawan nusantara sangat terbatas," ujarnya.

Oleh karena itu, permintaan barang dan transaksi menjadi berkurang, di samping juga karena masih ada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Di bulan April ini ini masih ada PPKM, kemudian juga larangan mudik Lebaran di bulan Mei mendatang," katanya.

Baca juga: BI: Uang beredar di Bali pada Desember 2020 capai Rp2,1 triliun

Baca juga: Wisatawan China ke Bali anjlok 24,12 persen

 

Pewarta: Ni Luh Rhismawati
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Larangan mudik, Bali incar wisatawan lokal

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar