Inggris tak berencana hentikan program tes cepat COVID-19

Inggris tak berencana hentikan program tes cepat COVID-19

Warga mengantre untuk memasuki Lapangan Lord's Cricket untuk menerima vaksin virus corona (COVID-19, di tengah mewabahnya penyakit tersebut, di London, Inggris. (ANTARA FOTO/REUTERS/John Sibley/HP/djo/am.)

Tes cepat langsung mendeteksi kasus, yang artinya kasus positif dapat segera diisolasi,
London (ANTARA) - Kementerian Kesehatan Inggris pada Kamis (15/4) mengatakan bahwa tidak ada rencana untuk menghentikan tes cepat COVID-19, setelah surat kabar Guardian melansir bahwa program itu kemungkinan dikurangi di Inggris lantaran khawatir dengan hasil positif palsu.

"Dengan sekitar satu dari tiga orang tidak menunjukkan gejala COVID-19, tes cepat dan rutin menjadi instrumen penting untuk mengendalikan penyebaran virus sebagai kemudahan pembatasan dengan mendapati kasus yang tidak terdeteksi," kata juru bicara kementerian melalui pernyataan surat elektronik.

"Tes cepat langsung mendeteksi kasus, yang artinya kasus positif dapat segera diisolasi, dan angka menunjukkan bahwa dari setiap 1.000 tes yang dilakukan, terdapat kurang dari satu hasil positif palsu."

Baca juga: Temui Menkes RI, Menlu Inggris tegaskan kerja sama atasi pandemi
Baca juga: Inggris mungkin akan larang vaksin AstraZeneca untuk kalangan muda


Mengutip surat elektronik yang bocor, Guardian pada Kamis melansir bahwa pejabat senior sedang mempertimbangkan pengurangan tes orang-orang yang tidak menunjukkan gejala, lantaran khawatir tentang maraknya hasil positif palsu di tempat-tempat dengan tingkat COVID-19 rendah, seperti London.

Juru bicara itu mengatakan percontohan regional berdasarkan pada ukuran sampel yang terlalu kecil untuk menarik kesimpulan, menambahkan "tidak ada rencana untuk menghentikan program universal".

Inggris melaporkan 2.672 kasus baru COVID-19 pada Kamis, menurut data pemerintah, naik tipis dari 2.491 kasus pada Rabu (14/4), tetapi mengalami penurunan selama tujuh hari terakhir menjadi hampir 7 persen dibanding dengan pekan lalu.

Total 32,44 juta orang telah menerima dosis pertama vaksin COVID-19 hingga 14 April dan 8,51 juta orang telah menerima dosis kedua.

Sumber: Reuters

Baca juga: Penonton final Piala Liga Inggris harus tiga kali tes negatif COVID-19
Baca juga: Inggris tawarkan vaksin COVID-19 kepada semua orang di atas usia 50

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Laporan dari Inggris - Suasana Shalat Idul Fitri di Inggris di tengah pandemi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar