BI Maluku: Kebutuhan uang selama Ramadhan-Idul Fitri Rp1,012 triliun

BI Maluku: Kebutuhan uang selama Ramadhan-Idul Fitri Rp1,012 triliun

Kepala BI Maluku Noviarsano Manullang (Antara/John Soplanit)

Kebutuhan ini meningkat 114,7 persen dibanding dengan realisasi kebutuhan tahun lalu yaitu sebesar Rp471 miliar
Ambon (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku mengungkapkan kebutuhan uang tunai selama Ramadhan - Idul Fitri 1442 H tahun 2021 untuk mendukung perekonomian di daerah ini diperkirakan mencapai Rp1,012 triliun.

"Kebutuhan ini meningkat 114,7 persen dibanding dengan realisasi kebutuhan tahun lalu yaitu sebesar Rp471 miliar," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku Noviarsano Manullang  di Ambon, Jumat.

Peningkatan kebutuhan ini sejalan dengan sudah mulai meningkatnya aktivitas perekonomian pada masa Pendemi COVID-19.

Dalam menjawab kebutuhan tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku menyiapkan uang tunai sebesar 1,9 triliun.

Kebutuhan uang ini masih akan dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah pada masa COVID-19, antara lain hari libur Idul Fitri 1442 H yang dipersingkat seperti tahun lalu; himbauan pemerintah untuk tidak melakukan mudik pada hari raya Idul Fitri tahun ini dengan diperketat dengan pembatasan pergerakan moda transportasi serta penyerahan THR sesuai dengan kebijakan pemerintah dan juga lembaga swasta.


Baca juga: BI prediksi kebutuhan uang di Sumut pada Ramadhan Rp2,6 triliun

Dia mengatakan, menyikapi kondisi pandemi COVID-19 maka Bank Indonesia melakukan strategi khusus dalam memberikan layanan pemenuhan uang tunai, antara lain; kepada Lembaga dan Instansi perintah, dilakukan secara wholesale dengan pengambilan uang (penukaran) secara langsung di BI oleh perwakilan secara kolektif;.

Kemudian kepada masyarakat dilakukan oleh seluruh kantor layanan bank yang tetap beroperasi sesuai dengan kebijakan masing-masing bank.

Terkait hal ini, pihaknya telah meminta perbankan agar menjaga ketersediaan uang layak edar yang higienis baik melalui teller maupun mesin ATM/CDM/CRM, serta senantiasa mengedukasi/menerapkan protokol kesehatan/pencegahan penanganan COVID-19.

Di sisi lain , BI juga memperkuat layanan/fasilitas pembayaran non tunai terlebih dengan himbauan untuk meminimalkan kontak fisik termasuk dalam kegiatan transaksi. Selain menggunakan mesin EDC penggunaan QRIS terus didorong untuk mempercepat elektronifikasi, dimana QRIS memiliki beberapa unggulan antara lain; cepat-mudah-aman-handal (CEMUMUAH).

Baca juga: BI Bali siapkan uang tunai Rp4,6 triliun pada Galungan hingga Lebaran

Strategi penggunaan tr4ansaksi non tunai juga dilakukan dengan terus melakukan penambahan jumlah merchant QRIS melalui elektronifikasi pasar dan juga tempat publik lainnya serta melakukan sosialisasi secara berkelanjutan kepada masyarakat secara komunitas.

Inovasi use-case QRIS juga dikembangkan untuk mitigasi COVID-19 dalam bentuk akuisisi tanpa tatap muka dengan mengirimkan foto QRIS melalui messaging apps. Pedagang cukup mengirimkan foto QRIS melalui messaging (cth:whatsapp) kepada customer. Selanjutnya customer memasukkan gambar tersebut ke aplikasi QRIS untuk melakukan pembayaran.

Dia menambahkan, jumlah merchant QRIS di Maluku juga mengalami peningkatan yaitu per 1 April 2021 sudah terdapat 15.750 merchant, dengan kontribusi terbesar adalah Kota Ambon dengan tota 12.752 merchant.


Baca juga: BI Banten siapkan uang tunai Rp3,025 triliun untuk penukaran

Baca juga: BI Kalbar sediakan uang kartal Rp4,1 triliun untuk kebutuhan lebaran

Pewarta: Shariva Alaidrus
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

BI Jateng ajak pelaku UMKM go Internasional lewat pameran

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar