Menkop UKM inginkan revitalisasi koperasi di Indonesia

Menkop UKM inginkan revitalisasi koperasi di Indonesia

Menteri Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki (kedua kanan) pada saat mengunjungi tempat produksi pakan sapi di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (16/4/2021). ANTARA/Vicki Febrianto.

Kami ingin melakukan revitalisasi koperasi yang sudah ada, seperti Koperasi Sae Pujon ini, yang sudah berdiri sejak 1962. Saya kira penting untuk dilakukan revitalisasi
Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki menginginkan adanya revitalisasi koperasi yang ada di Indonesia, untuk meningkatkan kinerja dan modernisasi koperasi.

"Kami ingin melakukan revitalisasi koperasi yang sudah ada, seperti Koperasi Sae Pujon ini, yang sudah berdiri sejak 1962. Saya kira penting untuk dilakukan revitalisasi," kata Teten, pada saat kunjungan kerja di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat.

Teten menjelaskan sebagai contoh, Koperasi Sinau Andhandani Ekonomi (Sae) Pujon, yang merupakan koperasi dengan unit inti usaha sapi perah yang sudah berdiri sejak 1962, membutuhkan pengembangan usaha, seperti penambahan jumlah ternak, dan lainnya.

Kemudian, menurut Teten, selain penambahan jumlah ternak, peremajaan bibit sapi yang lebih produktif, juga perlu dilakukan pembaruan teknologi pengolahan, termasuk modernisasi pada usaha inti, dan unit diversifikasi koperasi tersebut.

"Teknologi pengolahan, modernisasi, saya kira itu juga penting. Kami berkomitmen, untuk mendukung revitalisasi peningkatan produksi susu di Koperasi Sae Pujon," kata Teten.

Menurut Teten, saat ini pemerintah juga tengah melakukan pembenahan kebijakan, seperti menyiapkan ekosistem UKM, dan koperasi, yang bertujuan agar keduanya mampu bertumbuh, atau naik kelas.

Menurut Teten, pada sektor UMKM di Indonesia, usaha mikro saat ini tercatat masih sangat sedikit yang mampu naik kelas untuk masuk dalam kategori usaha kecil. Sementara usaha kecil, juga sedikit yang naik kelas ke usaha menengah.

"Koperasi dan UMKM kita harapkan terus tumbuh, tidak stagnan. Karena sekarang ini dari yang mikro naik ke kecil, kecil ke menengah itu tidak terjadi, atau kecil sekali," kata Teten.

Teten menambahkan jika pelaku usaha mikro terus bertambah sementara pelaku usaha kecil, dan menengah tidak bertambah, maka kondisi tersebut dinilai tidak ideal. Pemerintah berupaya mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah, agar memperkuat sektor pekerja formal.

"Kita harus memperbanyak sektor kecil ke menengah, dan besar. Artinya sektor formal, harus kita perkuat," kata Teten.

Dalam kesempatan itu, Kemenkop UKM menyalurkan pembiayaan sebesar Rp12 miliar untuk Koperasi Sae Pujon. Pembiayaan itu disalurkan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUKM).

Dana senilai Rp12 miliar tersebut, akan dipergunakan untuk meningkatkan kualitas pakan ternak sebesar Rp7,5 miliar, Rp3,5 miliar untuk pengembangan kafe susu perah, dan Rp1,5 miliar untuk peremajaan bibit.

Baca juga: Kemenkop UKM salurkan pembiayaan untuk Koperasi Sae Pujon Rp12 miliar
Baca juga: Teten ajak UMKM dan koperasi susun model bisnis industri otomotif
Baca juga: Teten sebut koperasi bisa jadi model bisnis berbasis UMKM


Pewarta: Vicki Febrianto
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menkop Teten ungkap tiga kunci UMKM berbasis sawit dapat tumbuh

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar