Polri dukung target SKK Migas 1 juta barel per hari

Polri dukung target SKK Migas 1 juta barel per hari

Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo melakukan audiensi dengan SKK Migas secara virtual, Jumat (16/4/2021). ANTARA/HO-Divisi Humas Polri

Polri juga mendukung penuh program SKK Migas terkait dengan 'Road to 1 Milion' atau 1 juta barel per hari
Jakarta (ANTARA) - Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo menyatakan siap mendukung program SKK Migas mewujudkan produksi 1 juta barel minyak per hari pada 2030 melalui pengeboran yang agresif.

Hal itu diungkapkan Kapolri dalam audiensi dengan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto, secara virtual, Jumat.

"Polri juga mendukung penuh program SKK Migas terkait dengan 'Road to 1 Milion' atau 1 juta barel per hari," ujar Kapolri, dalam keterangan tertulis-nya.

Menurut Listyo, perlu adanya komunikasi yang intensif antar-lembaga tersebut untuk mewujudkan target tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolri juga menekankan perlunya pendampingan aparat penegak hukum menjaga iklim investasi tetap sehat.

Baca juga: Transisi pengelolaan Blok Rokan, Chevron serahkan data produksi

Baca juga: Proyek gas Jambaran-Tiung Baru ditargetkan beroperasi November 2021


"Perlu pendampingan berkaitan dengan kegiatan yang dilakukan seperti investasi baru, agar dikawal untuk memajukan iklim investasi, agar tidak ada penyimpangan," tutur Listyo.

Tak hanya itu, lanjut Listyo, seluruh jajaran kepolisian bakal berkoordinasi dengan pihak SKK Migas untuk melakukan patroli di lautan.

"Kerja sama dengan Mabes Polri serta polda-polda untuk melaksanakan patroli di tengah laut," kata Listyo.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto memaparkan soal PP 35 Tahun 2004 Tugas Pokok dan Fungsi SKK Migas serta kegiatan yang sudah dilakukan dan rencana kerja kebutuhan minyak dan gas di tahun ke depan, seperti rencana kerja 2021.

"Mempertahankan produksi dasar, transformasi 'R to P', 'water flood' atau pengijeksian air, eksplorasi," ucap Dwi.

Dengan adanya tantangan dan harapan SKK Migas, kata Dwi, pihaknya berharap adanya komunikasi dan koordinasi yang intens antara pihaknya dan Polri.

"Tantangan dan harapan industri migas terdapat permasalahan di lapangan yang harus dikoordinasikan ke depan, dengan baik," ujar Dwi.

SKK Migas bersama kontraktor kontrak kerja sama dengan didukung kementerian dan lembaga lainnya mulai tahun ini akan tancap gas mewujudkan produksi satu juta barel minyak per hari pada 2030 melalui pengeboran yang agresif.

Baca juga: Anggota DPR sebut target lifting minyak 1 juta barel terlalu ambisius

Baca juga: Sektor hulu migas siap tancap gas menuju 1 juta barel

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar