Pameran Hannover Messe kembangkan hubungan Indonesia-Jerman

Pameran Hannover Messe kembangkan hubungan Indonesia-Jerman

Duta Besar RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno (tengah) menyampaikan rangkuman seputar penyelenggaraan Hannover Messe 2021 pada penutupan pameran industri tersebut di Hanover, Jerman, Jumat (16/4/2021). (HO-KBRI Berlin)

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno mengatakan peran Indonesia sebagai negara mitra dalam pameran industri Hannover Messe 2021 telah mengembangkan hubungan kedua negara.

“Bagi Indonesia, Hannover Messe tidak hanya mengenai partisipasi 156 perusahaan nasional dengan 699 produk yang mereka tampilkan, tetapi juga kesempatan bagi kedua kepala negara, Presiden Jokowi dan Kanselir Merkel, untuk berkomunikasi langsung dan memproyeksikan pengembangan hubungan bilateral ke depan,” kata Oegroseno dalam keterangan tertulis KBRI Berlin, Jumat.

Sepanjang penyelenggaraan Hannover Messe pada 12-16 April, Indonesia memamerkan diri melalui rangkaian delapan diskusi dan pembicaraan investasi yang fokus ke tujuh sektor prioritas seperti industri makanan dan minuman, tekstil, otomotif, elektronika, kimia, farmasi, dan alat-alat medis.

Oegroseno menyampaikan bahwa pekan raya teknologi industri Hannover Messe adalah kesempatan bagus untuk memamerkan kepada dunia produk-produk dan kemampuan teknologi industri 4.0 yang diaplikasikan di industri nasional, industri manufaktur, internet of things, ekonomi digital, serta membuka mata dunia bahwa Indonesia saat ini memiliki jumlah perusahaan berskala unicorn dan decacorn terbanyak di Asia Tenggara.

“Dan saya perlu sampaikan lagi fakta bahwa Indonesia adalah negara mitra terpanjang Hannover Messe, dimulai pertama pada 1995, lalu sekarang di tahun 2021 dan nanti Indonesia akan kembali menjadi negara mitra di tahun 2023. Indonesia jelas pemecah rekor,” kata Oegroseno.

Dr. Jochen Kockler yang berbicara mewakili panitia penyelenggara Hannover Messe menyampaikan bahwa pada awalnya konsep pameran virtual “Hannover Messe 2021: Digital Edition” adalah solusi sementara guna merespons pandemi global COVID-19.

Namun, ia menilai tingkat pembelajaran dalam mempersiapkan pameran berskala besar secara digital telah melahirkan inovasi teknologi informasi dan teknik informatika.

“Dari sini saya yakin konsep pameran dan pertunjukan perdagangan ke depan adalah hybrid, yaitu perpaduan antara pameran tatap muka dan digital. Hannover Messe 2021 dalam format digital sudah sukses menjaring 90 ribu partisipan, 35 juta page views, 140 ribu live streaming views, dan ini sangat luar biasa,” kata Kockler, merujuk pada pengunjung pameran yang mengikuti secara virtual.

Kalangan peserta pameran yang diwakili Dr. Gunther Kegel menyampaikan hal yang sama bahwa masa depan Hannover Messe dan pameran-pameran serupa lain adalah dalam format hybrid, meskipun ia mengatakan bahwa pada awalnya banyak perusahaan menyatakan tidak siap mengikuti pameran berformat digital.

“Tetapi pada akhirnya konsep digital secara pelan-pelan diadopsi oleh perusahaan-perusahaan ini dan mereka aktif memamerkan produknya di Hannover Messe secara virtual. Saya mendapat respon positif dari kalangan industri mengenai pengalaman penyelenggaraan pameran secara digital,” tutur Kegel.

Tercatat total 1.800 perusahaan dunia terdaftar sebagai eksibitor di Hannover Messe 2021 yang menampilkan 10.500 produk, solusi, dan inovasi kepada lebih dari 90 ribu partisipan terdaftar.

Hannover Messe selanjutnya akan hadir pada 25-29 April 2022 dengan Portugal sebagai negara mitra.

Pada 2023, Indonesia akan kembali menjadi negara mitra Hannover Messe dan merupakan negara mitra terpanjang dalam sejarah pameran industri terbesar dunia itu.

Baca juga: Tampil di Hannover Messe, Peruri perkenalkan inovasi produk digital
Baca juga: Presiden Jokowi akan hadiri pembukaan pameran "Hannover Messe"
Baca juga: Indonesia jadi negara mitra pameran industri Hannover Messe


Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar