Pengamat: Jaga kinerja ekspor dengan diversifikasi produk dan tujuan

Pengamat: Jaga kinerja ekspor dengan diversifikasi produk dan tujuan

Pengamat ekonomi dari Center of Reform on Economics (Core) Yusuf Rendy Manilet. ANTARA/HO-Core/am.

Diversifikasi produk ekspor artinya ekspor didorong untuk lebih bernilai tambah tinggi
Jakarta (ANTARA) - Pengamat ekonomi dari Center of Reform of Economics (Core) Yusuf Rendi Manilet menyebut kunci untuk menjaga kinerja ekspor adalah diversifikasi komoditas dan negara tujuan.

“Diversifikasi produk ekspor artinya ekspor didorong untuk lebih bernilai tambah tinggi. Tidak hanya untuk komoditas bernilai rendah, tetapi yang bernilai tambah tinggi juga harus dilakukan pemerintah,” kata Yusuf kepada Antara di Jakarta, Jumat.

Yusuf berpendapat perbaikan harga komoditas ekspor secara global, termasuk produk unggulan Indonesia seperti batu bara, CPO, dan tembaga, harus dijadikan sebagai momentum untuk mendorong diversifikasi produk ekspor.

Selain juga didukung oleh penguatan industri manufaktur di dalam negeri serta peningkatan anggaran untuk riset dan pengembangan di dalam negeri.

“Saya kira itu kebijakan jangka panjang yang harus dilakukan pemerintah untuk me-maintain kinerja ekspor agar tetap sustainable tumbuh dan tidak berpengaruh terhadap beberapa gejolak ekonomi dunia global,” jelasnya.

Selain itu, Yusuf menyarankan pemerintah untuk melakukan diversifikasi negara tujuan ekspor dengan menargetkan negara-negara potensial.

“Saya kira banyak di luar sana negara potensial yang bisa digali pasar dalam negerinya untuk kita kirimkan ekspor produk kita, seperti misalnya Pakistan, Afrika Selatan kemudian Mesir,” jelasnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia mencapai 18,35 miliar dolar AS atau tertinggi sejak Agustus 2011 yang kala itu angka ekspornya mencapai 18,64 miliar dolar AS.

“Nilai ekspor pada Maret 2021 yang mencapai 18,35 miliar dolar AS ini tertinggi sejak Agustus 2011 yang waktu itu nilai ekspornya 18,64 miliar dolar AS,” kata Kepala BPS Suhariyanto.

Suhariyanto menyampaikan meningkatnya permintaan dari berbagai negara diiringi kenaikan berbagai komoditas andalan Indonesia sangat berpengaruh besar terhadap performa ekspor Indonesia pada Maret 2021.

BPS mencatat ekspor RI pada Maret 2021 sebesar 18,35 miliar dolar AS mengalami peningkatan 20,31 persen jika dibandingkan dengan Februari 2021 dan meningkat 30,47 persen jika dibandingkan Maret tahun sebelumnya.

Baca juga: BPS: Ekspor Maret 2021 bagus sekali, tertinggi sejak Agustus 2011
Baca juga: Kinerja ekspor Indonesia ke China meningkat di tengah pandemi
Baca juga: APBN dipotong, Mentan sebut KUR picu kinerja ekspor tetap tumbuh


Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pengamat nilai pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju tren positif

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar