Dinkes akui vaksinasi lansia terkendala banyaknya yang belum peduli

Dinkes akui vaksinasi lansia terkendala banyaknya yang belum peduli

Warga lanjut usia mengikuti vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Kelurahan Petojo, Jakarta, Rabu (14/4/2021). Pemprov DKI Jakarta menargetkan 95 persen atau sebanyak 911.631 warga kelompok lanjut usia di DKI Jakarta sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19 sebelum Hari Raya Idul Fitri. ANTARA FOTO/ Reno Esnir.

dengan membentuk sentra vaksin lokal yang melibatkan perangkat RT, RW, kelurahan, untuk menyediakan lokasi vaksin yang dekat dengan para lansia di wilayahnya
Jakarta (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengakui vaksinasi COVID-19 bagi warga lanjut usia (lansia) saat ini baru mencapai 60 persen akibat terkendala banyaknya warga lansia yang belum peduli.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengungkapkan di awal vaksinasi lansia dilakukan, antusiasme sangat tinggi sehingga terbilang cepat mencapai vaksinasi 40 persen warga lansia, namun kini, masih terdapat sisa target sasaran yang belum divaksin termasuk mereka yang tak antusias divaksin.

Baca juga: Vaksinasi lansia di Jakarta Utara tetap berlangsung selama Ramadan

"Lansia saat ini sudah tervaksin sekitar 60,4 persen. Masih banyak pekerjaan rumah, masih banyak yang belum berkenan. Awalnya kami cepat sampai angka 40 persen. Begitu sudah 50-60 persen sekarang agak sulit. Artinya lansia yang betul-betul peduli dan berkenan divaksin sudah selesai di periode sebelumnya," ujar Widyastuti dalam diskusi daring di Jakarta, Jumat.

"Sedangkan saat ini gimana kami mampu jalin komunikasi dan manfaatkan kolaborasi agar warga lansia berkenan divaksin dan percaya untuk divaksin," ucapnya.

Baca juga: DKI fasilitasi vaksin bagi pendamping dua lansia yang ikut vaksinasi

Hal ini juga, kata Widyastuti, dikarenakan beragamnya masyarakat Jakarta mulai dari kultur, tingkat pendidikan, kemampuan ekonomi dan lain sebagainya. Sehingga ketika gelombang awal lansia yang mendaftar cenderung pro aktif mendaftar dalam format digital dan undangan ke faskes secara digital.

Sementara sekarang, sisa target lansia kebanyakan adalah mereka yang kurang familiar dengan teknologi, sampai yang enggan melakukan vaksin di lokasi yang jauh meski telah difasilitasi dengan sistem antar jemput menggunakan bus sekolah ke fasilitas kesehatannya.

"Di awal program lansia itu, lansia segmen tertentu daftar secara digital dan dijadwalkan secara digital, tapi semakin ke sini ada kelompok yang kurang familiar dengan format digital sehingga tidak berkenan vaksinasi dilakukan di tempat yang jauh dari tempat tinggal," kata dia.

Baca juga: 77.819 lansia di Jakarta Utara sudah terima vaksin COVID-19

Akhirnya Pemprov DKI berupaya mendekatkan vaksin dengan masyarakat dengan membentuk sentra vaksin lokal yang melibatkan perangkat RT, RW, kelurahan, untuk menyediakan lokasi vaksin yang dekat dengan para lansia di wilayahnya.

"Kita buka sentra vaksin lokal di kelurahan apakah itu di sekolah, kebetulan lagi belajar di rumah, sehingga tanpa biaya besar kita manfaatkan sekolah. Kemudian juga ada taman, mal. Jadi kami coba siapkan berbagai bentuk tempat layanan. Karenanya kami imbau ayo sayangi dan lindungi orang tua kita dengan mengajak vaksinasi," ucapnya.

"Tapi perlu diingat meski telah divaksin, harus tetap menjaga 3M (memakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak) ditambah dengan menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. Karena pengalaman tahun lalu di akhir pekan dan liburan kasus meningkat dan sekarang angka kami juga menunjukkan sudah mulai ada pergerakan," tutur Widyastuti.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Jakarta mulai vaksinasi COVID-19 bagi lansia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar