Erick Thohir yakin ekonomi Indonesia tumbuh konsisten 5-7 persen

Erick Thohir yakin ekonomi Indonesia tumbuh konsisten 5-7 persen

Kendaraan melaju di antara gedung bertingkat di kawasan Pancoran, Jakarta, Sabtu (20/3/2021). Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2021 akan mencapai 4,9 persen, prediksi ini naik dari ramalan sebelumnya yang hanya empat persen. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Menteri BUMN Erick Thohir meyakini ekonomi Indonesia akan tumbuh secara konsisten sekitar 5 hingga 7 persen sebagai pemulihan ekonomi dari resesi akibat pandemi.

"Kita yakini Indonesia akan tumbuh, kita tidak akan setinggi China, tapi kita akan di angka 5-7 persen secara konsisten ke depan," kata Erick dalam acara Milenial Fest 2021 yang diselenggarakan secara daring dipantau di Jakarta, Sabtu.

Erick menyebut Indonesia memiliki fundamental yang kuat untuk tumbuh ke depannya yaitu pangsa pasar yang luas dengan penduduk Indonesia lebih dari 270 juta orang serta memiliki sumber kekayaan alam yang bisa dimaksimalkan dengan hilirisasi.

Baca juga: Menteri BUMN: Kita akan jadikan Indonesia lumbung pangan dunia

"Kita punya tabungan kekayaan alam yang berbeda strateginya dengan dulu, kita tidak mau mengirim raw material, tetapi kita hilirisasi. Termasuk digital ekonomi kita, kita hilirisasi. Suka tidak suka digital ekonomi lima sampai sepuluh tahun ke depan akan menjadi suatu pertumbuhan yang akan kita nikmati sebagai bangsa," kata Erick.

Menteri BUMN menyebut setiap negara memiliki fundamental masing-masing yang berbeda dengan yang lainnya. Erick menyebut ekonomi China bisa tumbuh hingga 18,3 persen pada kuartal satu 2021 dikarenakan negara Tirai Bambu tersebut sudah memiliki fundamental yang kuat.

Erick menjelaskan China memiliki pasar yang sangat besar dengan penduduknya yang sudah lebih dari 1 miliar orang. Selain itu, sumber daya manusia di China juga sudah berkembang pesat dengan telah menciptakan industri otomotif, teknologi seperti ponsel dan komputer, serta infrastruktur yang sudah menunjang.

Baca juga: Mendag: Neraca perdagangan Maret indikasikan pertumbuhan ekonomi sehat

Sedangkan Indonesia, menurut Erick, merupakan negara berkembang yang masih memiliki tantangan dari biaya logistik yang cukup tinggi serta sumber daya manusia yang harus lebih ditingkatkan.

Dia berharap masyarakat Indonesia turut mendukung pertumbuhan ekonomi tersebut, terutama dari para generasi milenial yang saat ini menjadi penduduk paling dominan di Indonesia untuk berkontribusi dalam pengembangan dan inovasi di sektor digital ekonomi.

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sentra vaksinasi BUMN di Jabar targetkan 5.000 penerima vaksin per hari

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar