Tinjau DDT, Menhub sebut Jabodetabek bakal punya 4 stasiun besar baru

Tinjau DDT, Menhub sebut Jabodetabek bakal punya 4 stasiun besar baru

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau pembangunan Stasiun Bekasi yang merupakan bagian dari pembangunan jalur dwi ganda (double double track/DDT) Manggarai-Cikarang. ANTARA/Citro Atmoko/am.

Artinya kita memiliki 4-6 stasiun yang dapat digunakan saudara-saudara kita yang ke arah Jawa bagian timur, Jateng, Jatim
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat meninjau Stasiun Bekasi yang merupakan bagian dari pembangunan jalur dwi ganda (Double Double Track/DDT) Manggarai-Cikarang mengatakan bahwa pemerintah tidak berhenti melakukan pembangunan proyek-proyek infrastruktur meski di tengah pandemi.

"Dirjen Kereta Api dan teman-teman secara konsisten melakukan pembangunan di Jakarta atau Jabodetabek untuk prasarana, double track, dan beberapa stasiun lebih dari Rp6 triliun. Artinya kita memberikan perhatian luar biasa pada masyarakat di Jabodetabek," ujar Menhub Budi Karya di Jakarta, Minggu.

Menhub menjelaskan DDT artinya jalur untuk kereta keluar kota dan dalam kota akan dipisahkan. Jadi akan ada empat rel kereta yang beroperasi.

Ia mengatakan nantinya akan ada empat stasiun besar, selain Stasiun Gambir dan Stasiun Senen, yaitu Stasiun Manggarai, Stasiun Jatinegara, Stasiun Bekasi, dan Stasiun Cikarang.

Baca juga: Waskita terapkan teknologi BIM di jalur dwi ganda Manggarai-Jatinegara

"Artinya kita memiliki 4-6 stasiun yang dapat digunakan saudara-saudara kita yang ke arah Jawa bagian timur, Jateng, Jatim. Jadi tidak bertempat di satu tempat," kata Budi.

Proyek DDT Paket A tahap I Manggarai - Cikarang secara keseluruhan saat ini sudah mencapai 98 persen.

"Dalam waktu dekat kita akan selesaikan Manggarai, sehingga Cipinang dan Manggarai kita akan usulkan pada Presiden untuk dibuka dulu. Akhir tahun Bekasi dan Cikarang," ujar Menhu Budi Karya.

Untuk Stasiun Bekasi, nantinya akan memiliki empat peron dan jumlah jalur akan ditingkatkan dari empat jalur menjadi delapan jalur.

Baca juga: Jalur dwi ganda optimalkan interkonektivitas angkutan massal

Luas stasiun juga meningkat dua kali lipat, dari 1.515 m² menjadi 3.600 m². Peron ditambah dari dua menjadi empat peron, dengan panjang masing-masing 300 meter.

Selain itu juga akan ada 12 unit eskalator dan enam unit lift penumpang. Disediakan juga fasilitas mushola, toilet, dan dua area parkir yang cukup luas. Area parkir di sisi selatan seluas 2.800 m² dan di sisi utara seluas 4.400 m².

Modernisasi Stasiun Bekasi ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.

"Saya minta Dirjen nanti Desember 2021 Stasiun Bekasi ini sudah selesai, harus selesai," kata Menhub Budi Karya.

Baca juga: Proyek DDT Manggarai - Jatinegara dilanjutkan

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menhub dan Kakorlantas lepas Tim Pamatwil Operasi Ketupat 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar