Banjir landa Badau di perbatasan Indonesia-Malaysia

Banjir landa Badau di perbatasan Indonesia-Malaysia

Pelaksana tugas Camat Badau, Edi Suharta saat meninjau lokasi banjir yang terjadi di beberapa desa Kecamatan Badau perbatasan Indonesia-Malaysia wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat. ANTARA/HO-Dok. pribadi

air saat ini berangsur surut
Putussibau, Kapuas Hulu (ANTARA) -
Kecamatan Badau perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat, Minggu dinihari dilanda banjir yang menyebabkan ruas jalan dan sejumlah pemukiman penduduk serta fasilitas umum terendam banjir dengan kedalaman rata-rata 90 centimeter.
 
"Banjir terjadi Minggu dini hari, ada beberapa rumah terendam banjir dan ruas jalan juga terendam, namun air saat ini berangsur surut," kata Pelaksana tugas Camat Badau Edi Suharta, dihubungi ANTARA, di Putussibau ibu kota Kabupaten Kapuas Hulu, Minggu.
 
Suharta, saat meninjau langsung kondisi banjir mengatakan, banjir disebabkan meluapnya sungai di sekitar pemukiman warga, karena curah hujan cukup tinggi dan terjadi pendangkalan Sungai Bunut yang ada di Badau, karena tumpukan sampah.
 
Menurut dia, ada beberapa rumah warga terendam seperti di Desa Badau dan Desa Janting, namun warga masih bertahan di rumahnya masing-masing, karena kondisi debit air berangsur surut.
 
"Pengalaman banjir sebelumnya, banjir itu hanya terjadi beberapa hari saja kalau tidak ada hujan susulan lagi beberapa hari ke depannya," ucap Suharta.

Baca juga: BPBD Kapuas Hulu tinjau banjir di Silat Hilir
 
Selain itu, ruas jalan negara penghubung antara Desa Janting dan Desa Kurak juga terendam, dimana akses jalan tersebut menghubungkan enam desa lainnya ke Rumah Sakit Bergerak Badau.
 
"Saya sudah meninjau langsung lokasi banjir dan sudah kami laporkan kepada BPBD Kapuas Hulu," kata Suharta.
 
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Hulu Gunawan mengatakan dari laporan pihak kecamatan, banjir di Kecamatan Badau memang merendam beberapa rumah warga dan fasilitas umum lainnya, tetapi kondisi air sudah berangsur surut.
 
Disampaikan Gunawan, di Kecamatan Badau ada empat desa yang rawan banjir yaitu Desa Sebindang, Badau, Janting dan Pulau Majang.
 
"Untuk saat ini banjir melanda Desa Sebindang, Badau dan Janting, akibatnya beberapa rumah terendam," kata Gunawan.

Baca juga: Bea Cukai-kaum milenial bantu korban banjir di perbatasan RI-Malaysia
 
Menurut Gunawan, BPBD Kapuas Hulu akan terus monitor perkembangan banjir dan akan meninjau lokasi banjir tersebut.
 
Ia mengimbau kepada masyarakat terdampak banjir agar selalu waspada terhadap bencana alam khususnya banjir.
 
"Apabila air semakin naik dan merendam pemukiman warga, segera menyelamatkan diri dan koordinasi baik dengan kecamatan mau pun ke Pemkab Kapuas Hulu, yang jelas kami akan selalu monitor perkembangan," kata Gunawan.

Baca juga: Rumah warga roboh dilanda banjir besar di Kapuas Hulu
Baca juga: BNPB : Kapuas Hulu status tanggap darurat bencana banjir
 

Pewarta: Teofilusianto Timotius
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar