Amazon batalkan rencana game multiplayer "Lord of the Rings"

Amazon batalkan rencana game multiplayer "Lord of the Rings"

"Lord of the Rings" (2001). (IMDB)

Jakarta (ANTARA) - Sementara Amazon mengeluarkan 465 juta dolar AS untuk musim perdana adaptasi serial televisi "Lord of the Rings", unit game perusahaan telah membatalkan rencana untuk mengembangkan game multiplayer-nya, Variety melaporkan pada Senin.

Pada tahun 2019, Amazon Game Studios telah mengumumkan rencana untuk game online multiplayer besar-besaran yang berlatarkan "waktu yang lama sebelum peristiwa 'The Lord of the Rings', yang menjelajahi tanah, manusia, dan makhluk yang belum pernah dilihat oleh penggemar di semesta Tolkien.”

Baca juga: Apple Arkade dapat pembaruan game, termasuk game klasik seluler

Amazon telah menandatangani kesepakatan untuk mengembangkan game konsol / PC free-to-play dengan Leyou Technologies, sebuah perusahaan game yang berbasis di Hong Kong.

Setelah perusahaan teknologi dan hiburan Tencent Holdings mengakuisisi Leyou pada Desember 2020 dalam kesepakatan senilai 1,5 miliar dolar AS, Amazon dan Tencent gagal mencapai kesepakatan tentang persyaratan kontrak yang direvisi untuk game "Lord of the Rings", seperti yang pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg - mengakibatkan Amazon Game Studios menjamin proyek tersebut.

"Kami menyukai (kekayaan intelektual/IP) 'Lord of the Rings' dan kecewa karena kami tidak akan menghadirkan game ini kepada pelanggan," kata juru bicara Amazon dalam sebuah pernyataan. Tim yang mengerjakan game prekuel "Lord of the Rings" akan dipindahkan ke proyek yang berbeda, menurut Amazon.

Berita tentang pembatalan ini muncul setelah Amazon Game Studios tahun lalu membatalkan rencana untuk "Crucible".

Proyek game berbasis "LOTR" terpisah dari adaptasi besar-besaran Amazon Studios dari "The Lord of the Rings," yang mencakup komitmen produksi multi-musim yang diproduksi bekerja sama dengan Tolkien Estate and Trust, HarperCollins dan New Line Cinema dari Warner Bros.

Athlon Games dari Leyou sebelumnya telah mengumumkan perjanjian lisensi jangka panjang dengan Middle-earth Enterprises, sebuah divisi dari Saul Zaentz Co. yang memiliki hak eksklusif di seluruh dunia atas karya sastra Tolkien, untuk mengembangkan dan merilis video game "Lord of the Rings".

Baca juga: Industri game berkomitmen ulang untuk kampanye satu tahun #PlayApartTogether

Baca juga: Zynga luncurkan game seluler match-3 modern Puzzle Combat

Baca juga: Kenali 5 komponen penting untuk tunjang "gaming" di ponsel

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Tanaman keladi jadi pilihan di masa pandemi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar