KKP serahkan bantuan 2,3 juta benur udang ke petambak di Tuban Jatim

KKP serahkan bantuan 2,3 juta benur udang ke petambak di Tuban Jatim

Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo menyerahkan bantuan benur udang vaname ke petambak di tiga desa di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. ANTARA/HO-KKP

Pemerintah terus menggenjot distribusi program bantuan kepada masyarakat untuk mendukung kebijakan pemulihan ekonomi nasional (PEN)
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo menyerahkan bantuan benur udang vaname sebanyak 2.368.000 ekor ke petambak di tiga desa di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto dalam siaran pers di Jakarta, Senin, menyatakan penyaluran program bantuan seperti bantuan benih terus dikebut pelaksanaannya guna mendukung program-program prioritas KKP.

Program bantuan benih tersebut disalurkan kepada pembudi daya di tiga desa yakni Desa Suwalan, Desa Temaji dan Desa Socorejo di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur.

"Pemerintah terus menggenjot distribusi program bantuan kepada masyarakat untuk mendukung kebijakan pemulihan ekonomi nasional (PEN)," kata Slamet.

Hal itu, ujar dia, juga sejalan dengan terus membaiknya perekonomian tanah air sehingga permintaan akan produk perikanan terus menanjak baik untuk pemenuhan kebutuhan bahan baku industri maupun kebutuhan konsumsi protein rumah tangga.

Dirjen Perikanan Budidaya KKP itu juga menilai bahwa program pemerintah dalam mencairkan berbagai stimulus melalui kebijakan PEN dapat berjalan dengan lancar berkat dukungan berbagai elemen seperti pemerintah pusat, daerah, akademisi, swasta dan masyarakat.

"Perikanan budi daya menjadi salah satu sektor andalan dalam memperbaiki laju perekonomian dengan meningkatkan produksi komoditas unggulan melalui pembangunan klaster kawasan budidaya yang berkelanjutan. Komoditas unggulan seperti udang, lobster dan rumput laut diproduksi dengan memperhatikan jaminan mutu serta memiliki nilai tambah agar dapat menjadi tumpuan ekspor," ungkap Slamet.

Ia menambahkan bahwa produk perikanan budi daya yang memenuhi standar keamanan pangan yang dibutuhkan pasar ekspor membutuhkan ketelatenan pelaku usaha budi daya dalam menerapkan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) serta dukungan pengembangan inovasi dan teknologi akuakultur di masa mendatang.

“Dengan dukungan kegigihan dan penguasaan teknologi yang baik oleh pembudi daya, tentunya peluang keberhasilan dalam menjalankan usaha dapat lebih mudah dicapai oleh para pelaku usaha budi daya," ucapnya.

Sementara itu Kepala BPBAP Situbondo Nono Hartanto mengungkapkan bahwa penentuan lokasi penerima bantuan telah melalui tahap seleksi, identifikasi teknis dan verifikasi yang ketat agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran serta dapat meningkatkan produktivitas maupun pendapatan dari pembudi daya.

“Keberhasilan pembudi daya juga didukung dengan benur berkualitas yang memiliki keseragaman yang baik, kuat dan dihasilkan dari induk unggul dari unit pembenihan bersertifikat seperti di balai kami,” ujar Nono.

Nono mengemukakan bahwa pemilihan lokasi di Tuban juga karena lokasi pantai utara Pulau Jawa merupakan lokasi yang masuk dalam rencana kerja pemerintah sebagai salah satu lokasi prioritas sentra produksi udang nasional yang ditetapkan oleh Bappenas.

Ia memaparkan, hingga pertengahan April 2021, BPBAP Situbondo telah menyebar bantuan benih ikan sebanyak 19,4 juta ekor kepada pembudi daya.

Baca juga: Pemprov Jatim kembangkan budi daya udang vaname skala rumah tangga

Baca juga: Riau dorong potensi budidaya udang vaname di daerah pesisir

Baca juga: Bupati Bangka: 18 pengusaha kembangkan tambak udang vaname

Baca juga: Menteri Trenggono dukung pembangunan "shrimp estate" di Kebumen

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kilas NusAntara Pagi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar