Asosiasi minta pemerintah aktif penuhi hak konsumen industri HTPL

Asosiasi minta pemerintah aktif penuhi hak konsumen industri HTPL

Ilustrasi - Produk likuid vape atau cairan rokok elektrik yang dilengkapi pita cukai. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif. ​​​​​​​

Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (Akvindo) mendesak pemerintah menyosialisasikan informasi yang tepat mengenai produk industri hasil pengolahan tembakau lainnya (HTPL) bertepatan dengan Hari Konsumen Nasional 20 April 2021.

“Minimnya informasi akurat mengenai produk HPTL menjadi salah satu penyebab belum terpenuhinya hak konsumen, terutama perokok dewasa di Indonesia,” kata Ketua Akvindo Paido Siahaan dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan, saat ini berkembang opini keliru di masyarakat tentang produk HPTL, padahal berdasarkan hasil kajian ilmiah produk HPTL memiliki risiko yang jauh lebih rendah daripada rokok.

“Masih banyak opini keliru yang menganggap produk HPTL, khususnya rokok elektrik sama berbahayanya, bahkan lebih berbahaya dari rokok. Perokok dewasa agar mereka mendapatkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Seharusnya informasi yang beredar itu berdasarkan hasil kajian ilmiah, sehingga memiliki bukti yang vaild,” kata Paido.

Menurut dia, maraknya opini yang keliru itu lantaran belum banyaknya kajian ilmiah mengenai produk HPTL yang diinisiasi oleh pemerintah. Karena itu, pemerintah diharapkan dapat berpartisipasi aktif dengan melibatkan para pemangku kepentingan terkait, seperti peneliti, akademisi, dan asosiasi, untuk menginisiasi kajian ilmiah mengenai produk HPTL.

“Sudah saatnya pemerintah ikut serta dengan diawali melakukan kajian ilmiah produk HPTL. Karena ini juga masuk ranah sains, kami juga berharap para peneliti dan akademisi untuk ikut serta menganalisis hasil kajian ilmiah terhadap isu ini,” ujar Paido.

Pemerintah Indonesia juga diharapkan dapat mempelajari kebijakan Pemerintah Inggris yang secara aktif melakukan sosialisasi informasi yang akurat megenai produk HPTL dan mendukung penggunaannya untuk mengurangi jumlah perokok di Inggris.

Sebagai contoh, Badan Layanan Kesehatan Nasional Inggris (The National Health Service/NHS) menyatakan penggunaan rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan dapat membantu perokok dewasa untuk beralih dari rokok.

“Kami berharap Pemerintah Indonesia bisa melakukan hal yang serupa sebagai upaya untuk mengurangi masalah rokok di Indonesia. Kami, sebagai asosiasi konsumen, meminta pemerintah untuk memenuhi hak kami.

Akvindo merupakan sebuah organisasi yang didirikan para konsumen produk HPTL di Indonesia yang terbentuk karena belum adanya asosiasi yang murni menaungi dan berasal dari sisi konsumen, sehingga seringkali membuat suara konsumen produk HPTL kerap tidak sampai ke pemerintah.

Pewarta: Royke Sinaga
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Mendag targetkan Indeks Keberdayaan Konsumen di posisi 42

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar