920.150 warga Babel sudah divaksinasi COVID-19

920.150 warga Babel sudah divaksinasi COVID-19

Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan 920.150 warga Babel telah menerima vaksin COVID-19, sebagai langkah pemerintah meningkatkan kekebalan tubuh sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat virus corona. (ANTARA/Aprionis)

Pangkalpinang (ANTARA) - Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan sebanyak 920.150 warga Babel telah divaksinasi COVID-19, sebagai langkah pemerintah meningkatkan kekebalan tubuh sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat virus corona.

"Selama 95 hari ini, kita telah memvaksinasi 92O.15O warga sasaran dan vaksinasi massal ini akan terus dilakukan sepanjang 2021," kata Juru Bicara Satgas COVID-19 Babel, Andi Budi Prayitno di Pangkalpinang, Selasa.

Ia mengatakan berdasarkan data vaksinasi Covid-19 per 19 April 2021 sebanyak 920.150 masyarakat sasaran telah divaksinasi yaitu tenaga kesehatan 23.442 jiwa, petugas pelayanan publik 47.854 jiwa.

Selanjutnya, masyarakat lanjut usia sebanyak 19.964 orang dan calon jamaah haji 920.150 orang tersebar di Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung dan Belitung Timur.

Baca juga: Gubernur Babel pantau vaksinasi COVID-19 tokoh agama jelang Ramadhan

Baca juga: Babel segera bangun wisma karantina pasien COVID-19 di Bangka Barat


"Selama bulan puasa Ramadhan ini, kegiatan vaksinasi terus dilakukan sebagai langkah pemerintah meningkatkan realisasi vaksinasi massal di bumi serumpun sebalai ini," katanya.

Menurut dia, meskipun vaksinasi COVID-19 sudah diberikan, tidak berarti bahwa orang yang sudah divaksinasi boleh mengabaikan Protokol Kesehatan. Mengingat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat ini penularannya tidak lagi didominasi oleh kasus impor, namun sudah terjadi kasus transmisi lokal yang cukup banyak.

"Ini yang musti menjadi perhatian kita semua agar lebih peduli dengan meningkatkan kewaspadaan dini. Kita tak boleh lengah ataupun panik, namun harus tetap awas, waspada dan juga peduli," katanya.

Oleh karena itu, vaksinasi Covid-19 kemudian Protokol Kesehatan 3M plus (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Mengurangi mobilitas, dan Menghindari kerumunan/5M) serta 3T (Testing, Tracing, dan Treatment) merupakan satu rangkaian utuh yang tidak terpisahkan.

"Kedewasaan menjaga kesehatan demi diri sendiri, keluarga, dan orang lain di sekitar kita sudah sepatutnya menjadi kesadaran kita bersama," katanya.*

Baca juga: 18.525 warga Babel jalani vaksinasi COVID-19 tahap II

Baca juga: Gubernur Babel bentuk tim percepatan vaksinasi COVID-19

Pewarta: Aprionis
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Maluku terus kejar capaian vaksinasi COVID-19 untuk lansia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar