Pendataan akibat gempa bumi di Kabupaten Malang rampung

Pendataan akibat gempa bumi di Kabupaten Malang rampung

Sejumlah anggota TNI mengangkat rangka atap baja ringan yang akan digunakan untuk membangun rumah semi permanen di Jogomulyan, Malang, Jawa Timur, Jumat (16/4/2021). Pemerintah setempat akan mendirikan rumah semi permanen bagi korban gempa Malang dengan target pembangunan sepuluh hari agar bisa segera digunakan. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto).

total 10.482 rumah yang mengalami kerusakan
Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang telah rampung melakukan pendataan kerusakan yang timbul akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 yang mengguncang wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (10/4).

Kepala BPBD Kabupaten Malang Bambang Istiawan mengatakan bahwa pendataan tersebut telah selesai dilakukan pada 32 kecamatan terdampak gempa bumi, dari total 33 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Malang.

"Kami sudah final melakukan pendataan korban luka, rumah, dan fasilitas umum di 32 kecamatan, dari total 33 kecamatan di Kabupaten Malang," kata Bambang, di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa.

Bambang menjelaskan, berdasarkan data final tersebut, tercatat sebanyak 10.482 unit rumah di 32 kecamatan mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang terjadi pada pukul 14.00 WIB tersebut.

"Dari total 10.482 rumah yang mengalami kerusakan tersebut, sebanyak 4.490 rumah mengalami kerusakan kategori ringan, 4.104 rumah mengalami kerusakan sedang, dan 1.888 rumah lainnya mengalami rusak berat," katanya.

Baca juga: Pemprov Jatim: Percepat validasi data warga terdampak gempa Malang

Baca juga: BPBD Kabupaten Malang catat 29 kecamatan terdampak gempa bumi


Sementara itu, lanjut Bambang, untuk korban luka-luka, tercatat ada sebanyak 110 orang. Selain itu, sebanyak 641 fasilitas umum juga rusak, diantaranya terdiri dari 226 sekolah, 233 rumah ibadah, 23 unit fasilitas kesehatan, dan 159 fasilitas umum lainnya.

"Untuk korban luka sebanyak 110 orang, dan 641 fasilitas umum mengalami kerusakan," ujar Bambang.

Bambang menjelaskan, BPBD Kabupaten Malang hingga saat ini masih melakukan proses pemulihan kawasan terdampak gempa bersama sejumlah instansi terkait. Upaya yang dilakukan diantaranya adalah pembersihan rumah yang roboh hingga penerimaan bantuan.

"Termasuk pendistribusian bantuan ke wilayah terdampak juga terus kita lakukan," kata Bambang.

Hingga saat ini, ada enam titik dapur umum dan pengungsian yang disiagakan di tiga kecamatan. Dapur umum dibuka di Desa Majang Tengah, dan Desa Pamotan Kecamatan Dampit, Desa Jogomulyan, Desa Sumbertangkil, dan Desa Kepatihan, Kecamatan Tirtoyudo, serta Desa Tamanasri, Kecamatan Ampelgading.

Gempa bumi mengguncang sejumlah kawasan di Jawa Timur, Sabtu (10/4) pukul 14.00 WIB. Gempa berkekuatan magnitudo 6,1 tersebut berpusat di 90 kilometer barat daya Kabupaten Malang dengan kedalaman 25 kilometer, dan menyebabkan empat orang meninggal dunia.

Baca juga: Sebanyak 4.805 keluarga di Kabupaten Malang terdampak gempa bumi

Baca juga: Rumah rusak akibat gempa di Kabupaten Malang terus bertambah


Pewarta: Vicki Febrianto
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Potensi gempa susulan, warga Nias diimbau tingkatkan kewaspadaan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar