25 desa di Barito Selatan cairkan DD tahap pertama

25 desa di Barito Selatan cairkan DD tahap pertama

Kabid Adminitrasi Kelembagaan Desa pada DSPMD Barito Selatan, Albertus. (ANTARA/Bayu Ilmiawan)

Buntok (ANTARA) - Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, mengungkapkan 25 di antara 86 desa di daerah itu mencairkan Dana Desa (DD) tahap pertama.

"Meskipun demikian, hampir seluruh desa yang belum melakukan pencairan itu sudah mengajukan permohonan pencairan DD tahap pertama ini," kata Kabid Adminitrasi Kelembagaan Desa DSPMD Barito Selatan Albertus di Buntok, Selasa.

Ia menjelaskan untuk DD tahap pertama ini dicairkan 40 persen yang dibagi menjadi tiga, yakni Non Bantuan Langsung Tunai (Non BLT), BLT, dan kegiatan PPKM berskala mikro delapan persen.

Syarat pencairan DD pada tahap pertama mengenai non-BLT,  katanya, setiap desa harus mempersiapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Baca juga: 3.942 desa di Aceh sudah cairkan Dana Desa tahap pertama

Syarat pencairan BLT, lanjut dia, setiap desa harus mempersiapkan peraturan kepala desa (perkades) mengenai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT tersebut.

Syarat pencairan kegiatan PPKM berskala mikro sebesar delapan persen yang anggarannya untuk satu tahun tersebut, katanya, setiap desa harus mempersiapkan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

"Setelah pihak desa melengkapi ketiga persyaratan yang ditentukan tersebut, baru desa bisa mencairkan Dana Desa tahap pertama sebesar 40 persen ini," katanya.

Albertus juga menyampaikan untuk BLT tahap pertama ini diperuntukkan lima bulan dan pengajuan pencairannya dilakukan dalam setiap bulan.

Pemerintah kabupaten setempat berharap pemerintah desa bisa menggunakan dana yang dikucurkan tersebut sebaik mungkin, agar membawa manfaat besar bagi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Baca juga: Penerima BLT Dana Desa di Bangka capai 4.793 KK
Baca juga: Kemendes dampingi penggunaan dana desa untuk penanganan bencana NTT

Pewarta: Rachmat Hidayat/Bayu Ilmiawan
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Mengamati koloni bekantan di ekowisata minat khusus Pulau Curiak

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar