Kemarin, waspadai lonjakan kasus COVID-19 hingga objek wisata buka

Kemarin, waspadai lonjakan kasus COVID-19 hingga objek wisata buka

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo (tengah) dan Gubernur Aceh, Nova Iriansyah (kiri) secara bersama memotong pita saat peresmian Rumah Sakit Rujukan COVID-19 di Banda Aceh, Aceh, Selasa (20/4/2021). ANTARA FOTO/Ampelsa/hp.

Jakarta (ANTARA) - Berikut adalah sejumlah berita humaniora kemarin yang menarik untuk dibaca pagi ini, diantaranya Indonesia mewaspadai lonjakan kasus COVID-19 seperti di India, kasus positif COVID-19 di Tanah Air pekan ini meningkat cukup tajam, objek wisata lokal boleh buka untuk keseimbangan ekonomi, peresmian rumah sakit COVID-19 di Aceh, awan panas guguran Gunung Merapi meluncur, dan erupsi gunung Sinabung.

Indonesia waspadai lonjakan kasus seperti di India

Pemerintah Indonesia sedang mewaspadai sejumlah hal terkait lonjakan kasus COVID-19 seperti yang terjadi di India, kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

"Ada tiga hal yang memicu lonjakan kasus di India. Pertama, vaksinasinya masih rendah dan lupa pada protokol kesehatan," katanya di Jakarta, Selasa.

Satgas COVID-19: Kasus positif pekan ini meningkat cukup tajam

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penangan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan kasus positif pekan ini meningkat cukup tajam dibanding pekan lalu yang mengalami penurunan.

"Sangat disayangkan setelah mengalami penurunan pada pekan lalu, di pekan ini penambahan kasus positif dan kematian kembali meningkat. Peningkatan pada kasus positif di pekan ini cukup tajam yaitu 14,1 persen setelah sebelumnya di pekan lalu turun sebesar kurang lebih 14 persen juga," kata Wiku dalam konferensi pers virtual saat menyampaikan perkembangan kasus positif, sembuh dan meninggal COVID-19 per pekan per 18 April 2021, Jakarta, Selasa.

Penambahan kasus positif dan kematian itu terjadi bisa karena dampak dari libur Paskah pada 4 April 2021 dan menurunnya kepatuhan protokol kesehatan yang mungkin terjadi karena euforia vaksinasi.

Menko PMK: Objek wisata lokal boleh buka untuk seimbangkan ekonomi

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengemukakan objek wisata lokal dibolehkan tetap beroperasi di saat larangan mudik sebagai upaya pemerintah menyeimbangkan situasi ekonomi.

"Jadi kita cari titik optimumnya. Optimum Pareto. Jadi jangan sampai ketika salah satunya baik, tapi kebaikannya menggerus yang lain. Dengan demikian kita harapkan nadi ekonomi akan terus berdenyut," ujarnya dalam siaran pers di Jakarta, Selasa sore.

Doni Monardo resmikan Rumah Sakit COVID-19 di Aceh

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meresmikan penggunaan Rumah Sakit COVID-19 di Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.

“Saya berharap rumah sakit yang sudah dibangun ini jangan sampai digunakan. Artinya jangan sampai kasus masyarakat terkonfirmasi positif meningkat,” kata dia di Banda Aceh, Selasa.

Awan panas guguran Merapi meluncur sejauh 1,5 km

Gunung Merapi di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta tiga kali meluncurkan awan panas guguran ke arah barat daya dengan jarak luncur paling maksimum sejauh 1,5 km pada Selasa pagi.

Menurut keterangan tertulis Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, Merapi pada pukul 04.11 WIB meluncurkan awan panas guguran pertama sejauh 1,3 km ke arah barat daya.

Gunung Sinabung erupsi luncurkan awan panas hingga 1.000 meter

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Karo menyatakan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, erupsi pada Selasa pukul 12.00 WIB ditandai adanya luncuran awan panas teramati hingga mencapai 1.000 meter dan warna asap kelabu.

"Selain itu, asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 50-300 meter di atas puncak kawah," kata Pelaksana tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, Natanail Perangin-angin saat dihubungi dari Medan, Selasa.
 

Pewarta: Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar