Pasien COVID-19 di Babel bertambah 152 jadi 11.404 jiwa

Pasien COVID-19 di Babel bertambah 152 jadi 11.404 jiwa

Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan pasien COVID-19 kembali bertambah 152 orang, sehingga kumulatif kasus masyarakat terpapar virus corona itu mencapai 11.404 jiwa. ANTARA/ Aprionis.

Pangkalpinang (ANTARA) - Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan pasien COVID-19 kembali bertambah 152 orang, sehingga kumulatif kasus masyarakat terpapar virus corona itu mencapai 11.404 jiwa.

"Penambahan kasus baru ini, maka pasien COVID-19 yang menjalani isolasi di wisma karantina dan rumah sakit mencapai 1.190 orang," kata Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Babel, Andi Budi Prayitno di Pangkalpinang, Rabu.

Ia mengatakan berdasarkan data terbaru pada Selasa (20/4) malam, jumlah orang dinyatakan selesai isolasi atau bebas COVID-19 sebanyak 10.028 (bertambah 129), meninggal 186 (bertambah 3), dalam isolasi 1.190 (bertambah 152 - berkurang 132) dan kumulatif kasus konfirmasi 11.404 (bertambah 152).

"Kami tidak bosan-bosannya mengimbau dan mengajak serta menggarisbawahi bahwa kesadaran dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan adalah cara paling sederhana dan mudah serta murah agar kita dan orang-orang di sekitar kita tidak terpapar COVID-19," katanya.

Baca juga: 920.150 warga Babel sudah divaksinasi COVID-19
Baca juga: Ruang isolasi di lima wisma karantina COVID-19 di Babel penuh


Ia menjelaskan 11.404 kasus konfirmasi COVID-19 tersebar di Pangkalpinang 3.693 (bertambah 28), Bangka 2.566 (bertambah 10), Bangka Tengah 1.562 (bertambah 12), Bangka Barat 812 (bertambah 23), Bangka Selatan 638 (bertambah 12), Belitung 1.345 (bertambah 15), Belitung Timur 788 (bertambah 52).

"Dengan penambahan 152 orang yang terkonfirmasi COVID-19 maka hal ini semakin mengafirmasi bahwa penyebaran dan penularan virus corona belum berakhir, masih terus terjadi, dan faktanya wabah/virus ini ada di sekitar kita.," katanya.

Ia menegaskan tidak bisa tidak, penanganan COVID-19 membutuhkan kerja sama, sinergi dan kolaborasi. Tanpa itu, upaya dalam mengatasi pandemi ini terutama dalam mengendalikan Covid-19 tidak akan berhasil dan maksimal.

"Sinergitas menjadi kata kunci kita untuk fokus dan serius menangani COVID-19 dan pada saat yang sama mendorong percepatan pemulihan ekonomi dan sosial sebagai akibat dari pandemi," katanya.

Baca juga: 13.815 lansia di Babel terima vaksinasi COVID-19
Baca juga: Gubernur Babel pantau vaksinasi COVID-19 tokoh agama jelang Ramadhan

 

Pewarta: Aprionis
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pemprov Babel minta kades tak ragu gunakan ADD tangani COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar