Perusahaan logistik optimis subsidi ongkir dongkrak trafik pengiriman

Perusahaan logistik optimis subsidi ongkir dongkrak trafik pengiriman

Petugas jasa pengiriman menyortir barang yang akan dikirimkan ke pelanggan di SiCepat Ekspres Pancoran (HUB) G23, Jakarta, Minggu (11/4/2021). Pemerintah akan memberikan subsidi ongkos kirim untuk memontum hari belanja "online" nasional atau harbolnas yang akan digelar serentak pada H-10 atau H-5 Idul Fitri 1422 Hijriyah untuk meningkatkan konsumsi masyarakat dan mendorong penjualan daring untuk produk dalam negeri. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa.

Dampaknya buat jasa pengiriman tentu positif. Trafik akan naik, jumlah volume akan naik.
Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) Mohamad Feriadi mengaku optimistis kebijakan pemberian subsidi untuk ongkos kirim (ongkir) pada Harbolnas Ramadhan 2021 akan bisa mendongkrak trafik pengiriman.

"Saya selalu optimis yang namanya subsidi ongkos kirim bisa mendongkrak transaksi di e-commerce. Dampaknya buat jasa pengiriman tentu positif. Trafik akan naik, jumlah volume akan naik. Artinya teman-teman pelaku usaha jasa pengiriman pasti akan mendapatkan peningkatan jumlah kiriman akibat subsidi itu," kata Mohamad Feriadi saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Feriadi menilai, secara logika program subsidi ongkos kirim memang akan sangat menarik bagi pembeli. Perusahaan jasa pengiriman pun telah melakukan upaya antisipasi untuk menghadapi lonjakan pengiriman saat Harbolnas nanti.

"Umumnya yang dilakukan pelaku adalah menambah jumlah SDM, armada, dalam rangka mengantisipasi lonjakan pengiriman," katanya.
Baca juga: PPKM mikro, industri mamin sebut pemerintah akan beri subsidi ongkir

Direktur Utama JNE itu mengungkapkan momentum Ramadhan dan Idul Fitri merupakan salah satu musim puncak (peak season) bagi industri jasa titipan dan pengiriman barang untuk bisa meraup lebih banyak untung.

Oleh karena itu, umumnya pelaku usaha logistik akan melakukan persiapan untuk menghadapi momentum Ramadhan dan Idul Fitri.

Feriadi juga memperkirakan, meski di tengah kondisi pandemi dan Ramadhan, lonjakan pengiriman akan tetap ada. Hal itu lantaran dua hal, yaitu tradisi kirim mengirim barang yang kerap dilakukan masyarakat hingga kebijakan larangan mudik Lebaran.

"Memang berdasarkan pengalaman yang ada, selalu di bulan Ramadhan ini, sudah tradisi kirim mengirim itu sudah jadi hal biasa dilakukan masyarakat Indonesia. Kedua, karena adanya larangan mudik, mungkin sebagian masyarakat malah melakukan aktivitas kirim mengirim ke sanak saudara," kata Feriadi.
Baca juga: DPR: Program subsidi ongkir tingkatkan daya beli masyarakat

Sebelumnya, pemerintah menyiapkan dana Rp500 miliar untuk menyubsidi ongkos kirim dari pembelian barang melalui daring pada Harbolnas yang berlangsung pada H-10 atau H-5 menjelang Idul Fitri 1422 Hijriah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/4), mengatakan pemberian stimulus ini untuk meningkatkan konsumsi masyarakat dan mendorong penjualan daring untuk produk dalam negeri.

Airlangga mengatakan stimulus ini merupakan amanat Presiden Jokowi agar tetap menjaga tren pemulihan ekonomi sembari terus memulihkan aspek kesehatan masyarakat dari pandemi COVID-19.

Baca juga: Pemerintah siapkan Rp500 miliar subsidi ongkir belanja daring Lebaran
Baca juga: Pengamat nilai pemberian subsidi ongkir momentum bangkitkan ekonomi

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Perusahaan logistik butuh inovasi teknologi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar