Gus Menteri: Pembangunan desa harus dimulai pemutakhiran data SDGs

Gus Menteri: Pembangunan desa harus dimulai pemutakhiran data SDGs

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar (kiri) (ANTARA/HO-Kemendes PDTT)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menyampaikan pembangunan desa harus dimulai dengan pemutakhiran data berbasis Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (sustainable development goals/SDGs) Desa.

"Dengan data Indeks Desa Membangun (IDM) yang lebih detail dan lebih mikro dapat mempermudah kepala desa dalam melakukan pembangunan atau memanfaatkan Dana Desa," ujarnya saat menerima kunjungan Bupati Blora Arief Rohman di Jakarta, Rabu.

Gus Menteri, demikian ia biasa disapa, mengungkapkan data yang diambil langsung dari level RT, keluarga, dan warga dapat membantu ketepatan intervensi bagi pemerintah maupun swasta yang ingin menyalurkan bantuan dan programnya terhadap warga desa.

"Itu penting agar Bapak Bupati punya 'roadmap' yang lebih detail tentang pembangunan di Kabupaten Blora berbasis data mikro tingkat desa dan itu pasti valid dan akurat," kata dia.

Baca juga: Gus Menteri berharap SDGs jadi inspirasi kades untuk bangun desa

Pihaknya mendukung gagasan Bupati Arief perihal percepatan pengentasan kemiskinan khususnya di beberapa desa yang terletak di kawasan pinggiran hutan.

Pasalnya, saat ini Bupati Blora dan jajarannya sedang menyusun desain besar percepatan pengentasan kemiskinan dengan mengacu pada potensi di masing-masing desa.

"Kita sudah berdiskusi banyak, Kemendes akan ikut menjadi bagian dari upaya itu. Tidak hanya Bapak Bupati, tapi juga Kemendes dan kementerian lainnya, bersama-sama kita akan upayakan agar percepatan pengentasan kemiskinan Kabupaten Blora bisa diwujudkan," katanya.

Gus Menteri meminta Bupati Blora mendorong pengembangan BUMDes dan Desa Wisata sembari menunggu desain besar yang sedang disusun.

Ia mengharapkan dengan BUMDes dan Desa Wisata, pembangunan 271 desa di Blora dapat dilakukan dengan cepat.

Menurut dia, Blora dapat memanfaatkan sejarah Kabupaten Jipang yang saat itu dipimpin Adipati Aryo Penangsang. Blora dapat mengeksplorasi situs-situs sejarah di desa-desa untuk dijadikan Desa Wisata.

"Sambil menunggu 'grand desain'-nya jadi, BUMDes dan wisatanya dimulai dulu," ucapnya.

Baca juga: Gus Menteri minta BUMDes diberi peluang jadi mitra Pertashop
Baca juga: Kemendes: Pemberdayaan perempuan salah satu SDGs Desa

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kemendes PDTT & KIP kerja sama keterbukaan informasi publik di desa

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar