Manfaatkan pasar daring, peluang ekspor UMKM Solo makin terbuka

Manfaatkan pasar daring, peluang ekspor UMKM Solo makin terbuka

Pelaku UMKM Jambi yang mampu melakukan ekspor madu. ANTARA/TUYANI.

Data kami mencatat ada 40.000 UMKM Solo yang terdaftar dan 5.000 di antaranya memiliki toko ekspor aktif. Angka ini tentu masih bisa terus ditingkatkan melalui program yang akan kami jalankan bersama Pemerintah Kota Solo
Jakarta (ANTARA) - Peluang ekspor bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Solo semakin terbuka lebar, salah satunya dengan memanfaatkan jaringan pasar daring (e-commerce).

Salah seorang pelaku UMKM yang telah merasakan manfaat penggunaan e-commerce yakni Herawan, pemilik toko online Kebayamumer di lokapasar Shopee.

“Sudah tiga tahun saya bergabung dengan Shopee dan saya merasa senang karena sangat membantu toko offline saya. Di saat pandemi seperti ini, banyak konsumen yang beralih berbelanja secara online. Terlebih lagi, program-program di Shopee menarik banyak konsumen, khususnya Gratis Ongkir Xtra,” kata Herawan di Jakarta, Kamis.

Herawan mengaku, sejak awal bergabung dengan Program Ekspor Shopee, ia kian merasakan dampak yang signifikan dari sisi penjualan.

Seiring waktu, pesanan ekspor yang diterima Herawan kian meningkat, hingga saat ini 40 persen dari total produksinya memenuhi pasar ekspor, sementara 60 persen lainnya untuk mengisi kebutuhan pasar domestik.

Kebayamumer sendiri memiliki toko di Shopee yang sudah aktif dipasarkan di lima negara yaitu Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Vietnam.

Mayoritas penjualan ekspor yang diterima Herawan berasal dari negeri jiran Malaysia dan Thailand.

Pria yang tinggal di wilayah Laweyan, Solo, itu berupaya menjaga kualitas produk yang ia pasarkan, karena terpacu untuk mengembangkan produknya agar lebih berdaya saing di pasar ekspor.

Herawan juga berencana untuk memodifikasi produk dengan desainnya agar lebih dapat diterima pasar ekspor, terutama untuk konsumennya di Malaysia, di mana kebanyakan masyarakat Malaysia menggemari desain melayu.

Menurut Herawan, Program Ekspor Shopee yang memberikan dukungan dan pendampingan bagi usahanya, membuahkan hasil yang signifikan dari sisi penjualan.

Setali tiga uang, Raras Putri, pemilik toko online Sankara.id di Shopee juga memiliki pengalaman serupa. Raras mengaku program Shopee membuat penjualan ekspornya makin berkembang.

“Sebelumnya, sudah ada pesanan dari luar negeri melalui media sosial. Tetapi sejak ada Program Shopee Ekspor, maka pesanan ekspor saya semakin berkembang. Apalagi karena didukung oleh fitur Gratis Ongkir, penjualan batik saya semakin meningkat dan pembeli dari media sosial kini dialihkan ke Shopee,” ujarnya.

Melihat perkembangan ekspor untuk penjualan batik, Raras berencana untuk membuat baju anak dengan motif batik dan terus menjaga kualitas produk.

Di samping itu, ia selalu mengunggah video dan foto pendukung yang akurat di halaman produknya. Hal itu diakui Raras dapat meningkatkan kredibilitas Sankara.id di mata pembeli, karena pembeli mendapatkan kualitas barang yang sama dengan gambar yang terlihat secara online.

Akses pada pasar ekspor yang semakin terbuka membuat Raras termotivasi untuk menjaga kualitas dan memproduksi batik untuk anak yang menyasar pasar luar negeri.

Diketahui, Shopee memiliki program ekspor bagi UMKM, di mana Shopee memberikan akses pasar ekspor bagi UMKM dalam negeri untuk menjual produknya melalui jaringan internasional Shopee.

Sankara.id saat ini memiliki toko aktif di enam negara, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Vietnam. Mayoritas pesanan ekspor batik dari toko ini berasal dari Malaysia, Singapura dan Vietnam.

Direktur Eksekutif Shopee Handhika Jahja mengungkapan UMKM Solo memiliki potensi besar di pasar ekspor.

“Data kami mencatat ada 40.000 UMKM Solo yang terdaftar dan 5.000 di antaranya memiliki toko ekspor aktif. Angka ini tentu masih bisa terus ditingkatkan melalui program yang akan kami jalankan bersama Pemerintah Kota Solo,” ujarnya.

Bersama Pemkot Solo, Shopee akan menggelar program UMKM Solo Go Ekspor pada 23-24 April 2021. Program tersebut memberikan berbagai pelatihan UMKM, bantuan pendanaan, hingga akses ke pasar ekspor di Asia Tenggara bagi UMKM Solo.

Baca juga: Srikandi BNI dukung perempuan UMKM ekspor produk ke luar negeri

Baca juga: Ekspor UMKM, solusi bangkitkan ekonomi di tengah pandemi

Baca juga: Mendag lepas ekspor perdana produk UMKM HIPMI

 

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kilas NusAntara Pagi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar