Sampah bisa diolah jadi material dan energi baru dukung mitigasi iklim

Sampah bisa diolah jadi material dan energi baru dukung mitigasi iklim

Chief Technology Officer PT Guna Olah Limbah Pandji Prawisudha dalam Indonesia Green Tech Forum "Mempercepat Transformasi Menuju Dunia yang Berkelanjutan Dengan Teknologi Hijau", di Jakarta, Kamis (22/04/2021). ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak.

Sampah itu sumber daya kalau kita bisa memanfaatkan jadi material baru atau energi baru
Jakarta (ANTARA) - PT Guna Olah Limbah (GOL) mengolah sampah menjadi material dan energi baru sehingga bisa digunakan kembali dalam mendukung mitigasi perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan.

"Sampah itu sumber daya kalau kita bisa memanfaatkan jadi material baru atau energi baru," kata Chief Technology Officer PT GOL, Pandji Prawisudha dalam Indonesia Green Tech Forum "Mempercepat Transformasi Menuju Dunia yang Berkelanjutan Dengan Teknologi Hijau", di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan Indonesia menghasilkan 200.000 ton sampah per hari, yang mana bisa dianggap sebagai masalah. Namun, di sisi lain bisa menjadi potensi jika mampu mengolahnya menjadi sesuatu bernilai tambah dan energi.

Dengan menggunakan teknologi termasuk metode pirolisis dan hidrotermal, kata dia, GOL mengolah sampah tercampur menjadi produk bermanfaat antara lain pakan ternak, pupuk organik cair kualitas tinggi, kompos, bahan material bangunan, bahan bakar padat dan minyak material terpilah.

"Keunikan teknologi kami adalah mampu mengolah sampah yang selama ini menjadi masalah besar seperti popok bekas dan plastik non-recycle dari bungkus berwarna serta laminasi dengan bahan logam," katanya.

Ia memberi contoh popok bekas dapat diolah menjadi bahan bangunan, bahan insulasi, kertas dan bahan bakar minyak. Demikian juga dengan plastik non-recycle dapat diubah menjadi bahan bakar minyak sekelas minyak tanah.

Sampah menjadi masalah yang menjadi perhatian Indonesia, kata dia, karena berdampak pada keberlanjutan lingkungan dan perubahan iklim. Oleh karenanya, berbagai upaya untuk mengolah sampah dan mengurangi dampaknya terhadap lingkungan dan iklim sangat didorong.

Demikian pula, sinergi dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, industri, dunia swasta, lembaga swadaya masyarakat, pegiat lingkungan dan pengelolaan sampah hingga masyarakat umum menjadi penting untuk sama-sama sadar terhadap bahaya sampah terhadap keberlanjutan lingkungan dan iklim, demikian Pandji Prawisudha.

Baca juga: Menristek dorong inovasi pengelolaan sampah hasilkan energi

Baca juga: DKI gandeng swasta olah sampah Bantargebang jadi energi terbarukan

Baca juga: Manfaatkan sampah untuk energi, Menteri LHK apresiasi PLN

Baca juga: Gerakan Ciliwung Bersih inisiasi energi dari limbah sungai

Pewarta: Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pemprov Sumbar surati Kepala Daerah antisipasi lonjakan sampah COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar