Putri Duterte tetap unggul dalam pemilihan calon presiden Filipina

Putri Duterte tetap unggul dalam pemilihan calon presiden Filipina

Calon wakil presiden senator Ferdinand "BongBong" Marcos, putra yang juga bernama sama dengan mendiang mantan Presiden diktator Ferdinand Marcos, disambut pendukungnya setelah mengikuti misa di gereja Katolik di kota Paranaque, metro Manila, Filipina, Minggu (15/5/2016), seminggu setelah pemilu nasional. (REUTERS/Romeo Ranoco)

Manila (ANTARA) - Putri Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Sara Duterte, menduduki puncak jajak pendapat terbaru tentang calon presiden pilihan untuk pemilihan umum tahun depan.

Namun, Sara telah menegaskan bahwa dia tidak tertarik untuk bergabung dalam kontes pemilihan presiden Filipina.

Survei oleh Pulse Asia independen, yang dilakukan antara 22 Februari dan 3 Maret, menunjukkan 27 persen dari 2.400 responden akan memilih walikota kota Davao Sara Duterte-Carpio dibandingkan 13 kandidat lain yang disarankan.

Ini adalah kali kedua berturut-turut Sara Duterte, 42 tahun, menduduki puncak survei Pulse Asia tentang calon presiden Filipina.

Dia baru-baru ini mengatakan kepada Reuters bahwa tidak ada kemungkinan dia akan mencalonkan diri tahun depan untuk pemilihan presiden. Ayahnya juga telah menyatakan secara terbuka bahwa dia tidak boleh ikut pemilu.

Namun, hanya sedikit orang di Filipina yang yakin tentang pernyataan tersebut di tengah kesibukan aktivitas media sosial dan kampanye tidak resmi yang mendukung Sara untuk menggantikan ayahnya, Rodrigo Duterte, yang tidak dapat mengikuti pemilihan ulang presiden di bawah konstitusi Filipina.

Putra mendiang presiden Filipina Ferdinand Marcos, Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr, berada di posisi kedua dalam jajak pendapat tersebut, dengan 13 persen suara.

Senator Grace Poe, yang mencalonkan diri melawan Rodrigo Duterte pada pemilu 2016, dan Wali Kota Manila Francisco "Isko Moreno" Domagoso, keduanya berada di urutan ketiga dengan perolehan 12 persen.

Sementara ikon tinju global yang juga seorang senator, Manny Pacquiao, membuntuti mereka dengan perolehan suara 11 persen dalam jajak pendapat tersebut.

Wakil Presiden Leni Robredo, yang juga seorang mantan pengacara hak asasi manusia yang memimpin oposisi utama dan merupakan saingan utama Duterte, mengikuti di posisi berikutnya dengan 7 persen.

Jajak pendapat itu memiliki margin kesalahan plus atau minus 2 persen. Namun, tak satu pun dari 13 kandidat -- yang diusulkan dalam jajak pendapat itu -- secara resmi menyatakan berminat untuk maju dalam perlombaan menuju kursi kepresidenan.

Pemilu presiden Filipina masih setahun lagi, dan para analis politik mengatakan bahwa banyak hal bisa berubah sebelum pemungutan suara pada 9 Mei tahun depan.

Sumber: Reuters
Baca juga: Rakyat Filipina berikan suara untuk pemilihan presiden
Baca juga: Obama batal bertemu dengan Presiden Filipina terkait hinaan "anak sundal"


 

Penerjemah: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Jateng waspada lonjakan kasus COVID-19 dan varian baru dari India

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar