Tuntutan serangan seksual diminta lepas dari rantai komando militer AS

Tuntutan serangan seksual diminta lepas dari rantai komando militer AS

Tim drumben militer mengikuti gladi resik pelantikan presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden di dekat Gedung Capitol Hill, Washington, AS, Senin (18/1/2021). ANTARA FOTO/Rod Lamkey/Pool via REUTERS/foc.

Washington (ANTARA) - Komisi penyerangan seksual yang dibentuk oleh Pentagon merekomendasikan agar militer Amerika Serikat mengambil keputusan untuk menuntut kasus-kasus kekerasan seksual lepas dari rantai komando militer, kata seorang pejabat AS pada Kamis (22/4).

Jika diterima oleh Menteri Pertahanan Lloyd Austin, rekomendasi awal yang dibuat oleh komisi independen itu akan menjadi perubahan besar di militer.

Para advokat dan anggota parlemen telah selama bertahun-tahun menyerukan agar para komandan militer dikeluarkan dari proses pengambilan keputusan dalam penuntutan kasus kekerasan seksual, dengan alasan bahwa mereka cenderung mengabaikan masalah tersebut.

Pejabat tersebut, yang berbicara tanpa menyebut nama, mengatakan bahwa Menteri Austin belum membuat keputusan dan akan berkonsultasi dengan para pemimpin dari cabang militer yang berbeda sebelum mengambil keputusan.

"Menhan telah meminta layanan untuk memberikan penilaian jujur dan umpan balik dari rekomendasi awal ini pada akhir Mei," kata juru bicara Pentagon John Kirby.

Pada Maret, ketua komisi tersebut, Lynn Rosenthal, mengatakan bahwa semua kemungkinan ada ketika menangani kekerasan seksual di militer.

Serangan dan pelecehan seksual di militer AS sebagian besar tidak dilaporkan dan baru-baru ini mendapat pengawasan ketat.

Tahun lalu, panel investigasi yang menyelidiki kejahatan dan pelecehan kekerasan di pangkalan Angkatan Darat Fort Hood di Texas mengatakan mereka menemukan struktur komando yang "permisif" atas serangan seksual.

Sumber: Reuters


Baca juga: Pentagon rilis data kasus pelecehan seksual

Baca juga: Laporan Pelecehan Seksual di Militer AS Meningkat


 

Biden batalkan larangan militer transgender Trump

Penerjemah: Mulyo Sunyoto
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar