Kemarin, penangkapan teroris hingga Daryati divonis seumur hidup

Kemarin, penangkapan teroris hingga Daryati divonis seumur hidup

Menkopolhukam Mahfud MD (kanan) didampingi Uskup Agung Makassar Mgr Johannes Liku Ada (kiri) memberikan keterangan pers usai berkunjung di Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (23/4/2021). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/wsj.

Jakarta (ANTARA) -
Beberapa berita hukum yang terjadi pada Jumat (23/4) yang masih menarik dan layak untuk dibaca kembali mulai penangkapan teroris terbanyak di Sulsel hingga pekerja migran Indonesia (PMI) Daryati divonis seumur hidup.
 
Berikut rangkuman beritanya:
1. Menkopolhukam sebut penangkapan teroris terbanyak dari Sulsel
Makassar (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyebut, penangkapan terduga teroris terbanyak berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan.
 
Baca selengkapnya di sini
 
2. Kemenkumham tegaskan larangan warga India masuk Indonesia
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI menegaskan larangan warga negara India maupun pelaku perjalanan masuk ke Indonesia akibat lonjakan angka kasus COVID-19 di negara itu.
 
Baca selengkapnya di sini
 
3. Kompolnas: Sanksi berat untuk AKP SR
Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi Kepolisian Nasional Poengky Indarti mengatakan penyidik KPK dari kepolisian, AKP SR, terkait dengan dugaan melakukan pemerasan kepada Wali Kota Tanjungbalai harus mendapat sanksi berat sebagai efek jera agar tidak terulang kembali.
 
Baca selengkapnya di sini
 
4. Oknum penyidik diduga memeras, Polri hormati proses hukum di KPK
Jakarta (ANTARA) - Petinggi Polri menunggu proses hukum yang ada di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait oknum penyidik yang diduga memeras Wali Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara H. M Syahrial.
 
Baca selengkapnya di sini
 
5. Pengadilan Singapura jatuhkan hukuman seumur hidup PMI Daryati
Batam (ANTARA) - Pengadilan Singapura menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lampung, Daryati, atas tuduhan membunuh majikan perempuan yang dilakukannya pada tahun 2016.
 
Baca selengkapnya di sini

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menkopolhukam nyatakan pelaku kekerasan bersenjata di Papua sebagai teroris

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar