Kanada: Jika tak ada aturan ketat, kasus COVID bisa naik 2 kali lipat

Kanada: Jika tak ada aturan ketat, kasus COVID bisa naik 2 kali lipat

Sebuah lorong barang non-esensial terlihat ditutup di toko Walmart, saat langkah-langkah baru diberlakukan di toko-toko besar karena pandemi penyakit virus corona (COVID-19), di Toronto, Ontario, Kanada, Kamis (8/4/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Carlos Osorio/AWW/sa.

Ottawa (ANTARA) - Jumlah kasus baru harian COVID-19 di Kanada bisa naik hampir dua kali lipat dari 8.600 menjadi 15.000 kasus pada akhir April jika aturan ketat untuk mencegah penyebaran varian COVID-19 tidak dilakukan, menurut pejabat kesehatan, Jumat (23/4).

Ia mengatakan saat konferensi pers bahwa jika masyarakat mengurangi jumlah kontak personal 20-30 persen,  jumlah kasus dapat menurun menjadi sekitar 4.500.

"Peningkatan jumlah kasus dan perkembangan mengenai penyakit parah mengingatkan kita bahwa kita masih berlomba antara vaksin dan varian (COVID) dan bahwa tindakan kita itu penting," kata Kepala Dinas Kesehatan Masyarakat Theresa Tam.

Provinsi-provinsi besar, seperti Ontario, sedang berjuang menangani gelombang ketiga COVID-19 yang memburuk dan menuding pemerintah pusat tidak melakukan upaya cukup untuk mengekang penyebaran varian virus corona yang sangat menular. Pemerintah pusat juga dinilai ceroboh dalam pengadaan vaksin.

Perdana Menteri Justin Trudeau beserta sang istri Sophie akan menerima dosis pertama vaksin AstraZeneca pada Jumat.

Hingga kini, Kanada melaporkan total 23.822 kematian dan 1.155.834 kasus COVID-19.

Sumber: Reuters

Baca juga: Kanada laporkan lagi kasus pembekuan darah terkait vaksin AstraZeneca

Baca juga: Kanada larang sementara penerbangan penumpang asal India, Pakistan

Baca juga: Kanada hentikan penggunaan vaksin AstraZeneca untuk usia di bawah 55


 

Kenali varian baru Corona B117 dan cara pencegahannya

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar