PKT raih predikat National Lighthouse Industry 4.0

PKT raih predikat National Lighthouse Industry 4.0

(ki-ka): Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Direktur Utama PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) Rahmad Pribadi saat penyerahan predikat National Lighthouse Industry 4.0 dalam acara MoU dan Kick Off Assesmen INDI 4.0 BUMN di Gedung Kemenperin Jakarta, Kamis (22/4/2021). ANTARA/HO-PKT.

Jakarta (ANTARA) - PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) mendapatkan predikat National Lighthouse Industry 4.0 dari Kementerian Perindustrian karena dinilai berhasil menerapkan teknologi berbasis Industri 4.0 dalam operasinya.

Penghargaan untuk PKT tersebut diterima oleh Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi dari Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita dan disaksikan Menteri BUMN Erick Thohir dalam Kick Off Assesmen INDI 4.0 BUMN di Gedung Kemenperin Jakarta, belum lama ini.

Rahmad Pribadi, dalam pernyataan resmi perusahaan dikutip Sabtu, mengatakan bahwa National Lighthouse Industry 4.0 merupakan wujud nyata komitmen PKT terhadap transformasi Industri 4.0, yang dikembangkan perusahaan untuk meningkatkan performa dan daya saing di pasar nasional maupun global.

Baca juga: Industri 4.0 dorong sektor farmasi lebih kompetitif

Predikat ini menjadikan PKT sebagai role model dunia industri tanah air, terkait implementasi teknologi berbasis Industri 4.0 dalam aktivitas bisnis, sekaligus wujud dukungan PKT terhadap Making Indonesia 4.0 yang dicanangkan pemerintah sejak 2018.

"Komitmen PKT sebagai National Lighthouse direalisasikan melalui integrasi proses bisnis melalui penerapan enterprise resources planning dan implementasi IT Master Plan, serta IT Roadmap dengan inisiatif pengembangan aplikasi maupun infrastruktur IT," kata Rahmad.

Berbagai kasus penggunaan Industri 4.0 juga berhasil ditetapkan PKT, seperti smart operation, smart maintenance, smart distribusion, digital performance management system, smart farming solution, dan lainnya.

Melalui inovasi tersebut, PKT mampu meningkatkan kinerja secara signifikan yang berdampak pada pencapaian target serta daya saing perusahaan, mulai penurunan frekuensi dan durasi unscheduled shutdown, meningkatnya efisiensi energi, rate produksi, indeks keandalan pabrik, efisiensi biaya distribusi, produktivitas pekerja serta efisiensi biaya produksi.

Dalam menghadapi pandemi COVID-19, PKT juga berupaya maksimal meningkatkan performa perusahaan, melalui transformasi bisnis yang berorientasi Industri 4.0, dengan menerapkan teknologi Artificial Intelligence (kecerdasan buatan) dan metode forecasting.

Metode tersebut berdampak pada efisiensi dan kinerja, sekaligus meningkatkan aspek competitiveness perusahaan. Guna memaksimalkan inovasi, PKT turut menjalin kerja sama dengan berbagai institusi dan lembaga pendidikan maupun riset di Indonesia untuk beragam terobosan berbasis digital.

“Digitalisasi industri juga merupakan jawaban PKT akan tantangan disrupsi masa kini, untuk terus mampu menghadapi iklim kompetisi yang semakin ketat,” tambah Rahmad.

Menteri BUMN Erick Thohir dalam kesempatan itu mengatakan bahwa transformasi Industri 4.0 merupakan wujud percepatan digitalisasi teknologi dan inovasi, dalam meningkatkan daya saing industri tanah air.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, dengan predikat National Lighthouse Industry 4.0, PKT kini menjadi role model bagi pelaku industri, sekaligus menjadi mitra dialog pemerintah dalam implementasi Industri 4.0 di Indonesia.

Baca juga: PKT berdayakan mitra binaan produksi masker dan APD

Baca juga: Perusahaan BUMN diakselerasi untuk menerapkan industri 4.0

Baca juga: Bidik efisiensi, produsen susu terapkan "smart factory 4.0"

Pewarta: Suryanto
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pupuk Kaltim dampingi petani tingkatkan produksi kakao

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar