Banjarmasin (ANTARA News) - KH. Idham Chalid, mantan Ketua DPR/MPR dan mantan Ketua PB Nahdlatul Ulama yang belum lama ini meninggal dunia di usia 88 tahun, dapat diusulkan menjadi Pahlawan Nasional, ujar H. Puar Junaidi, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dari Fraksi Partai Golkar, Sabtu.

Oleh karena Idham Chalid adalah tokoh urang Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel) yang sudah dikenal masyarakat nasonal maupun internasional, maka menurut dia, pemerintah provinsi (Pemprov) bersama DPRD Kalsel dapat mengusulkannya sebagai pahlawan nasional.

Hanya saja, Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Kalsel yang juga Ketua Anggatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kalsel tersebut kurang sependapat bilama proses pengusulan tersebut dipaksakan.

"Usulan kita cuma sebatas mengingatkan pemerintah bahwa ada urang Banjar yang ketokohannya menasional, yang mungkin perlu mendapatkan gelar pahlawan nasional atas perjuangan dan jasa yang bersangkutan semasa hidupnya," tuturnya.

"Karena pemerintah sudah punya ukuran atau kriteria terhadap mereka yang akan mendapatkan gelar pahlawan nasional. Jadi, bagi kita yang memungkinkan sebagai pengusul, memberi masukan serta kelengkapan data, guna memudahkan pemerintah untuk memberi gelar pahlawan nasional," ujarnya.

Mengenai urang Banjar yang diusulkan atau diwacanakan untuk mendapat gelar Pahlawan Nasional, dia menyarankan, mungkin masih perlu tambahan data pendukung agar terealisasi.

"Tapi data pendukung itu harus betul-betul tercatat dalam kesejarahan, bukan terkesan dibuat-buat," demikian Puar Junaidi.

Sebelumnya yang pernah diusulkan mendapat gelar pahlawan nasional dari Kalsel, antara lain almarhum Pangeran Hidayatullah yang bermakan di Cianjur, Jawa Barat (Jabar). Pangeran Hidayatullah, putra dari Sultan Adam, yang dibuang pemerintah Hindia Belanja ketika perang Banjar tahun 1800-an.

Selain itu, urang Banjar yang diwacanakan untuk mendapat gelar Pahlawan Nasional, masing-masing Sultan Adam dan Ir. Pangeran Mohammad Noor, gubernur pertama Kalimantan serta penggagas proyek Sungai Barito, yang juga pernah menjadi Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia.

Sementara itu, sejumlah pemuka atau tetuha masyarakat Banjar, Kalsel serta organisasi sosial kemasyarakatan di provinsi yang kini terdiri 13 kabupaten/kota tersebut, berpendapat, almarhum Idham Chalid layak untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.

Oleh karena itu, sejumlah pemuka atau tokoh masyarakat Kalsel dan beberapa organisasi kemasyarakatan di provinsi yang kini berpenduduk hampir 3,5 juta jiwa tersebut, bermaksud mendorong Pemprov dan DPRD setempat untuk mengusulkan kepada pemerintah pusat agar Idham Chalid mendapat gelar Pahlawan Nasional.

Ketokohan alamarhum Idham Chalid semasa hidup, antara lain pernah menjadi Wakil Perdana Menteri masa Presiden Soekarno, Menteri Utama Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat masa Presoden Soeharto.

Kemudian pada masa pemerintahan orde baru, putra Indonesia kelahiran Satui, kini masuk Kabupaten Tanah Bumbu (sebelumnya Kabupaten Kotabaru) asal keturunan Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalsel itu, juga pernah menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA).
(T.KR-SHN/O001/P003)

Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2010