Keluarga salah satu kru KRI Nanggala-402 gelar upacara agama di Bali

Keluarga salah satu kru KRI Nanggala-402 gelar upacara agama di Bali

Ilustrasi-Situasi di sekitar Pelabuhan Celukan Bawang, Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali. (ANTARA/Ayu Khania Pranisitha/2021)

Sesuai kepercayaan kami bisa agak tenang ketika bisa meritualkan melakukan upacara
Buleleng (ANTARA) - Keluarga dari salah satu kru KRI Nanggala-402 bernama Kapten Laut (P) I Gede Kartika menggelar upacara agama di wilayah Pelabuhan Celukan Bawang, Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali.

"Jadi kami di sini menghaturkan upacara ritual karena kemarin Panglima menyampaikan kru kapal selam KRI Nanggala ini dinyatakan tenggelam dan prajuritnya gugur. Salah satu prajurit yang gugur tersebut ada keponakan saya bernama I Gede Kartika," kata paman dari salah satu KRI Nanggala Wayan Darmanta, saat ditemui di Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng, Bali, Senin.

Ia mengatakan bahwa upacara agama ini dilakukan berupa menghaturkan sesaji yang disebut "Pejati" sesuai dengan kepercayaan, dengan tujuan agar memberikan kelancaran dalam proses evakuasi ini.

Prosesi ritual ini dilakukan oleh pihak keluarga di Pura Swagina Bhuawana Merta yang berada di Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng.

"Sesuai kepercayaan kami bisa agak tenang ketika bisa meritualkan melakukan upacara. Sebelumnya kami di rumah merasa tidak enak sambil menunggu kepastian dari pemerintah. Setelah ada kepastian, maka kami melakukan prosesi ini," katanya pula.

Dari pihak keluarga juga menyampaikan terima kasih banyak telah memaksimalkan pencarian, dan juga mempersiapkan evakuasi bagi prajurit yang tergabung dalam KRI Nanggala-402.

Wayan Darmanta sebagai paman dari Kapten Laut (P) I Gede Kartika mengatakan jika jenazah korban ditemukan, setelah resmi informasi gugurnya KRI Nanggala-402, pihak keluarga meminta agar jenazah dapat dibawa ke daerah asalnya untuk melakukan upacara secara agama Hindu.

"Kami sudah komunikasikan setelah dinyatakan gugur dan diserahkan kepada pemerintah, agar setelah upacara secara resmi (militer) di pemerintahan, kemungkinan kami dari keluarga memohon dikembalikan untuk pelaksanaan upacara secara agama Hindu," katanya lagi.

Sebelumnya, pada Minggu (25/4) Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa 53 prajurit terbaik yang berada dalam KRI Nanggala-402 telah gugur dalam penugasan di perairan utara Bali.

Ia mengatakan bahwa KRI Nanggala-402 dinyatakan telah tenggelam dan seluruh awaknya telah gugur, diperkuat dengan penemuan bukti-bukti otentik berupa bagian kapal selam setelah dilakukan pemindaian secara akurat.
Baca juga: Puan Maharani minta anggota DPR kibarkan bendera setengah tiang
Baca juga: TNI dan Polri di Kupang tabur bunga gugurnya prajurit KRI Nanggala

Pewarta: Ayu Khania Pranishita
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

40 hari awak KRI Nanggala berpatroli abadi di laut NKRI

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar