Dibutuhkan terobosan untuk tingkatkan kepesertaan vaksinasi lansia

Dibutuhkan terobosan untuk tingkatkan kepesertaan vaksinasi lansia

Dokter berkostum superhero Rollando Erric Manibuy bersiap menyuntikkan vaksin COVID-19 dosis kedua kepada lansia berusia 104 tahun Wirjawan Hardjamulia di Rumah Sakit Vania, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/4/2021). ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/foc.

kalau dulu kita yang dibawa orang tua untuk mendapatkan imunisasi, sekarang saatnya tangan kita membimbing tangan orang tua kita untuk diberikan perlindungan
Jakarta (ANTARA) - Juru Bicara COVID-19 untuk Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengemukakan dibutuhkan upaya terobosan dalam rangka meningkatkan kepesertaan vaksinasi bagi kelompok lanjut usia (lansia).

"Contohnya di Kediri dan Surabaya, lansia dijemput dengan menggunakan becak dan odong-odong untuk mempermudah mobilisasi peserta vaksinasi," katanya dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan tentang contoh lainnya di DKI Jakarta dan Surabaya yang juga mendekatkan akses vaksinasi lansia dengan cara lurah bersama RT/RW mendata lansia di wilayahnya, lalu menjemput secara langsung ke rumah-rumah warga untuk mereka bisa mendapatkan vaksin.

Untuk lansia, kata Siti Nadia, memang membutuhkan upaya-upaya yang lebih proaktif untuk mengajak, mendaftarkan, dan menjemput mereka agar dapat ikut serta dalam program vaksinasi.

Baca juga: Gubernur Kalsel perintah jemput bola maksimalkan vaksinasi kaum lansia

Menurut dia, imunisasi bagi kelompok usia anak pada hakikatnya melindungi kelompok usia yang rentan terhadap berbagai penyakit.

Ia menyebut situasi ini juga sama dengan vaksinasi COVID-19 yang juga ditujukan kepada lansia.

Saat ini, tingkat partisipasi lansia dalam vaksinasi COVID-19 masih terhitung rendah, padahal resiko dan kerentanan mereka sangat tinggi.

Ia mengatakan lansia termasuk kelompok berisiko tinggi yang apabila tertular virus COVID-19 akan memperburuk kondisi kesehatan mereka. Tingkat kesakitan dan kematiannya juga 50 persen lebih tinggi bagi lansia yang terkena COVID-19.

“'Fatality rate' pada golongan usia 50-69 tahun lebih tinggi daripada nonlansia, kalau dulu kita yang dibawa orang tua untuk mendapatkan imunisasi, sekarang saatnya tangan kita membimbing tangan orang tua kita untuk diberikan perlindungan,' ujarnya.

Baca juga: Strategi semua lansia bisa divaksin, termasuk akses tak terbatas KTP
Baca juga: Kakek usia 104 tahun jadi contoh vaksinasi bagi lansia di Kota Bogor

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dinkes Palangka Raya bersama Babinsa Babinkamtibmas lakukan serbuan vaksinasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar