Australia pertimbangkan menunda penerbangan dari India

Australia pertimbangkan menunda penerbangan dari India

Seorang petugas keamanan (kanan) bertugas di Bandara Internasional Indira Gandhi di New Delhi, India, Senin (25/5/2020). ANTARA FOTO/Xinhua/Partha Sarkar/pras.

Sydney (ANTARA) - Australia akan mempertimbangkan usul pada Selasa untuk menangguhkan penerbangan dari India untuk mencegah masuk varian virus corona yang lebih ganas, menyusul lonjakan kasus positif COVID-19 di negara terpadat kedua di dunia itu.

Negara Bagian Queensland telah mendesak pemerintah federal untuk menghentikan semua penerbangan dari India karena risiko tinggi potensi wabah COVID-19 dari varian virus yang sangat menular dalam sistem karantina hotel di negara tersebut.

"Saya mengirim surat kepada Perdana Menteri pada akhir minggu lalu meminta penangguhan penerbangan yang datang dari India ... dan saya tahu bahwa pemerintah federal sedang mempertimbangkannya hari ini," kata Kepala Pemerintahan Annastacia Palaszczuk kepada Australian Broadcasting Corp pada Selasa.

Komite keamanan nasional Australia akan bertemu pada Selasa malam untuk mempertimbangkan penghentian penerbangan dari India dan juga akan mengungkap langkah-langkah termasuk mengirim pasokan medis untuk membantu India, media Australia melaporkan.

Kantor perdana menteri belum menanggapi permintaan untuk mengomentari laporan tersebut.

Pekan lalu, Australia mengumumkan akan memangkas jumlah warganya yang dapat kembali dari India dan negara-negara zona merah lainnya untuk membendung risiko penyebaran virus COVID-19 yang lebih ganas.

India telah memerintahkan angkatan bersenjatanya untuk membantu mengatasi krisis COVID-19. Sementara itu, berbagai negara termasuk Inggris, Jerman, dan Amerika Serikat menjanjikan bantuan medis darurat untuk mencoba mengatasi keadaan darurat yang melanda rumah sakit di negara itu.

Pada Senin (26/4), India melaporkan lebih dari 352.000 kasus baru COVID-19, rekor global untuk peningkatan kasus harian untuk hari kelima berturut-turut, bahkan melampaui Amerika Serikat pada puncak pandemi tahun lalu. Lebih dari 2.800 kematian tercatat selama 24 jam terakhir, tertinggi sepanjang masa.

Australia menutup perbatasannya untuk nonwarga negara dan penduduk tetap Maret lalu untuk mencegah virus corona baru mencapai negara itu. Semua pelancong yang kembali harus menjalani karantina  wajib di hotel selama dua minggu dengan biaya sendiri.

Sistem karantina sebagian besar telah membantu Australia menjaga jumlah COVID-19 relatif rendah, dengan hanya di bawah 29.700 kasus dan 910 kematian.

Sumber: Reuters

Baca juga: India akan terima pengiriman pertama vaksin COVID-19 Rusia
​​​​​​​
Baca juga: Perth Australia akan keluar dari 'lockdown' COVID-19

Baca juga: Kuwait tunda penerbangan komersial asal India


 

Menkes: WNI yang kunjungi India 14 hari terakhir wajib karantina

Penerjemah: Mulyo Sunyoto
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar