SSI: Digitalisasi pangan bantu pemenuhan konsumsi lebih efisien

SSI: Digitalisasi pangan bantu pemenuhan konsumsi lebih efisien

Pedagang menyiapkan pesanan konsumen di pasar tradisional yang terintegrasi secara digital melalui laman pasar.id di Pasar Oro-oro Dowo Malang, Jumat (11/12/2020). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/hp.

Kami akan memanfaatkan infrastruktur 'cold chain system' yang dimiliki saat ini dan berencana akan menghadirkan penjualan bahan pangan dan daging di 200 kota nantinya
Jakarta (ANTARA) - PT StoreSend Elogistics Indonesia (SSI), bagian dari DNR Corporation yang merupakan perusahaan akuisisi PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA), menilai digitalisasi pangan yang terkoneksi antara sistem, gudang, dan masyarakat umum, akan membantu pemenuhan konsumsi menjadi lebih efisien.

Direktur Utama SSI Rudy Tanoesoedibjo mengatakan melalui e-commerce kolaborasi dengan Perum Bulog dan iPanganandotcom dapat menjadi terobosan guna menstabilkan pemenuhan kebutuhan pangan di Tanah Air.

"Dengan didukung lebih dari 1.600 unit gudang yang tersebar di Indonesia yang dilengkapi dengan cold chain system yang dioperasikan SSI, iPanganandotcom menerapkan konsep hyper-local, dimana dengan konsep tersebut akan menjamin ketersediaan stok di setiap titik lokasi gudang di wilayah sesuai dengan pemesanan sehingga tercipta efisiensi waktu proses pengiriman," ujar Rudy melalui keterangannya di Jakarta, Selasa.

Rudy menuturkan saat ini berbelanja daring telah menjadi kebiasaan baru bagi masyarakat Indonesia, khususnya di masa pandemi sekarang ini, tidak terkecuali untuk produk bahan pangan, terlebih pada Ramadhan dan menjelang Lebaran 2021 kali ini.

Menjawab kondisi tersebut, bermula pada 2020, iPanganandotcom menyajikan beragam produk bahan pangan yang dapat dibeli secara daring di marketplace Shopee mulai dari beras, minyak, gula, dan bahan pokok sehari-hari lainnya. Kini, iPanganandotcom melakukan terobosan dengan menjual daging beku secara online.

"Kami akan memanfaatkan infrastruktur cold chain system yang dimiliki saat ini dan berencana akan menghadirkan penjualan bahan pangan dan daging di 200 kota nantinya," kata Rudy.

Untuk saat ini, masyarakat Jakarta sudah dapat membeli daging beku ini secara daring, dan pada 26 April 2021 pembelian juga dapat dilakukan di kota Bandung dan menyusul di delapan kota besar lainnya seperti Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Makassar, Bogor, Tangerang, dan Karawang.

Ke depannya, iPanganandotcom memiliki misi besar untuk dapat melakukan penjualan daging beku secara daring di kota-kota yang memiliki gudang Bulog yang tersebar di 568 komplek pergudangan yang terdiri dari kurang lebih 1.600 unit gudang di seluruh Indonesia.

"Hal ini tentunya telah menjadi nilai tambah bagi kami dalam menjamin kualitas dan kelancaran pengiriman sehingga mengoptimalkan pengalaman berbelanja daging beku menjadi praktis dan cepat," ujar Rudy.

Baca juga: Kementan jaga strategi produksi pangan hadapi Lebaran 2021
Baca juga: Kementan paparkan 3 strategi genjot akses pasar pangan lokal
Baca juga: Produsen pangan segar mulai beralih ke ranah bisnis digital

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kilas NusAntara Siang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar